Ungkap Tuntas Aksi Saracen

06:20
1358
JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan anak buahnya untuk menangkap pihak yang memesan konten ujaran kebencian dan bernuan
Sindikat Saracen yang tertangkap

DALAM pekan terakhir ini kita dihadapkan dengan fakta terbomgkarnya jaringan pembuat berita-berita meresahkan yang bernama Saracen. Beberapa orang tersangka anggota sindikatnya ditangkap dan kini diusut siapa saja aktor di balik Saracen dan siapa saja pihak yang menggunakan “jasa” usaha tak terpuji itu.

Kita penasaran dengan nama aneh dan sepak terjang Saracen itu. Ternyata menurut hasil sementara pengungkapan polisi sindikat ini sudah menebar berita-berita untuk menyerang pihak tertentu dan mengadu domba elemen-elemen bangsa. Motifnya menurut hasil pengusutan untuk memperoleh keuntungan finansial semata. Benarkan demikian?

Inilah.yang mesti diungkap tuntas. Sebab kalau benar Saracen bergerak dalam bisnis adu domba, dapat dikalkulasi kerugian besar yang kita alami sebagai bangsa. Antar anak bangsa saling mencurigai dan saling tidak mempercai dan timbul berbagai mispeesepsi yang akhirnya saling memusini dan membenci.

Saracen adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristiani Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk Agama Islam (tanpa memperdulikan ras atau sukunya).

Kata Saracen berasal dari Bahasa Yunani (Σαρακηνός), yang diduga berasal dari bahasa Arab شرقيين syarqiyyin (“orang-orang timur”). Istilah ini pertama kali dipakai pada awal masa Romawi Kuno untuk menyebutkan sebuah suku Arab di Semenanjung Sinai. Pada masa-masa berikutnya, orang-orang Kristen Romawi memperluas penggunaan ini untuk menyebut orang Arab secara keseluruhan.

Setelah berkembangnya agama Islam, terutama pada masa Perang Salib, istilah ini digunakan terhadap seluruh Muslim (orang Islam). Istilah ini disebarkan ke Eropa Barat oleh orang-orang Bizantium (Romawi Timur) dan Tentara Salib.

Asal usul istilah sesungguhnya tidak terlalu penting lagi. Yang penting setelah terbongkarnya sindikat ini akan menguak adanya praktik-praktik adu domba menggunakan sarana teknologi informasi. Lebih penting lagi terbongkarnya sindikat ini dapat melahirkan kesadaran bahwa selama ini kita telah diadu domba oleh orang-orang atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita disadarkan bahwa kewaspadaan dan semangat ber-husnuzon (berprasangka baik) sangat penting kita miliki sebagai entitas bangsa dan negara.

KIta percayakan pengusutan dan proses hukum kepada aparat kepolisian untuk mengungkap tuntas sindikat Saracen dan jaringan lain semacam itu. Juga kita harapkan dibongkar tuntas siapa-siapa user mereka selama ini. Tujuannya tidak lain untuk mengubah cara pandang negative thinking dan selalu mencari-cari kesalahan.  Salam.

Comments

comments