Unair Skorsing Mahasiswa Diduga Predator Seksual Modus Kain Jarik

Unair Skorsing Mahasiswa Diduga Predator Seksual Modus Kain Jarik

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dunia maya tengah dihebohkan dengan kabar pelecehan seksual yang dilakukan oleh G, mahasiswa angkatan 2015, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga Surabaya (Unair). Kabar pelecehan seksual ini pun bernarasi pelecehan seksual bermodus riset dengan membungkus kain jarik.

Dilansir Antara, pihak Unair memberi skorsing sementara kepada terduga pelaku G.

“Tapi tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi lebih tegas karena kami masih mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo, di Surabaya.

Suko juga telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya dalam membantu menangani perkara tersebut. Hingga hari ini, belum ada korban yang melapor kepada pihak kepolisian.

“Kami telah mengontak Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya untuk bersama menangani kasus ini. Namun sejauh ini belum ada yang laporan ke polisi,” ungkapnya.

Unair Buka Layanan Pengaduan

Suko memastikan pihaknya telah membuka layanan aduan untuk korban pelecehan seksual berkedok riset tubuh dibungkus kain jarik itu.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk ikut menyelesaikan kasus tersebut,” jelasnya.

Layanan pengaduan tersebut akan didampingi psikolog untuk membantu menyelesaikan persoalan trauma yang dihadapi korban. Sejauh ini, Unair telah menerima sebanyak 15 aduan.

Namun, pihak Unair mengaku kesulitan untuk menggali data dengan alasan para korban yang melapor enggan membuka identitas mereka.

“Tetapi agak sumir karena 15 orang yang melapor melalui daring tidak menyebutkan siapa namanya. Mereka hanya menyebut bahwa pernah dihubungi dengan cara seperti ini. Kalimatnya mengajak dengan alasan riset, tapi korban menolak,” ujarnya.

Cerita kasus pelecehan seksual fetish bungkus-membungkus kain batik (jarik) yang dilakukan G, pertama kali diunggah oleh pemilik akun Twitter @m_fikris. Dirinya mengaku sebagai salah satu korban pelecehan seksual yang dilakukan G.