UMKM DIakui Tak Tumbuh Dalam 10 Tahun Terakhir

UMKM DIakui Tak Tumbuh Dalam 10 Tahun Terakhir
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (foto inews)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Selama 10 tahun terakhir, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diakui tidak mengalami pertumbuhan. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan al yang sama juga dialami oleh usaha besar. 

"Yang sangat mencolok, jika dilihat dari data statistik, jumlah pelaku usaha mikro sangat gemuk. Namun, jika kita periksa lagi, data ini bukan menunjukkan tingkat kewirausahaan tinggi karena kebanyakan mereka di sektor informal," ujar Teten dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis (15/10/2020). 

Dia mengatakan, para pelaku usaha ini bergerak di sektor usaha ekonomi subsisten dengan tujuan memenuhi kebutuhan keluarga. Apabila dirata-rata, di luar sektor pertanian, pendapatan mereka tidak lebih, bahkan berada dibawah upah minimum regional (UMR). 

Ini satu kondisi yang terjadi sehingga mereka membuka warung atau lapak karena sektor formal tidak cukup memberikan lapangan kerja. Hal ini bukan berarti mereka mau berwirausaha.

Pasalnya, hanya sebagian kecil dari pelaku usaha ini memiliki produk dan model bisnis inovatif untuk tumbuh dan naik kelas.

"Sekarang, memang tekanan penciptaan lapangan kerja sangat berat, terlebih bagi usaha mikro. Persaingan pasca pandemi untuk sektor itu dan dibawahnya akan semakin ketat," ujar Teten.

Dia menyampaikan, jumlah warung saat ini semakin bertambah banyak. Di Jakarta, secara sederhana, dari 100 rumah, sebanyak 25 di antaranya adalah warung. Jika ditambah lagi, Teten khawatir pendapatan mereka semakin turun karena persaingan yang semakin tinggi.

"Jadi, saat ini beban penciptaan lapangan kerja itu memang ada di UMKM, tetapi yang tumbuh justru usaha mikro dan ultra mikro tadi. Yang kita harapkan nantinya adalah transformasi UMKM," tuturnya.