Konsultasi Hukum

Ultra Petita dalam Putusan Perkara Pidana

Pertanyaan:

Kepada pengasuh rubrik Konsuktasi Hukum, saya ingin mengajukan pertanyaan pendek saja.

Beberapa hari yang lalu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap dua polisi terdakwa penganiaya Novel Baswedan masing-masing dua tahun dan satu setengah tahun penjara.

Padahal Jaksa Penuntut Umum mengajukan tuntutan hukuman kepada kedua terdakwa sama, masing-masing sama, satu tahun.

Dapatkah hakim memberi putusan lebih tinggi dari tuntutan jaksa dalam perkara pidana?

Ahmad Adi S Pratama
Cipayung Jakarta Timur

Jawaban :

Jawaban kami secara teori maupun praktik sebagai berikut:

Ketentuan ultra petita diatur dalam Pasal 178 ayat (2) dan (3) HIR serta padanannya dalam Pasal 189 ayat (2) dan (3) Rbg yang melarang seorang hakim untuk memutuskan apa yang tidak dituntut oleh penggugat, sehingga ultra petita dalam hukum formil mengandung pengertian penjatuhan putusan atas perkara yang tidak dituntut.

M Yahya Harahap dalam bukunya Pembahasan Permasalahan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali (hal. 354), yang berbunyi:

“Pemidanaan berarti terdakwa dijatuhi hukuman pidana sesuai dengan ancaman yang ditentukan dalam pasal tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa.”

Dan ketentuan Pasal 193 ayat (1) KUHAP, yang menyatakan:

“Jika pengadilan berpendapat bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya, maka pengadilan menjatuhkan pidana kepadanya.”

Sebaliknya Bagir Manan menyatakan bahwa Putusan Ultra Petita boleh dilakukan, dengan syarat dalam petitum subsidair harus tercantum permohonan Ex aequo et bono atau “Jika Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (atau kalimat yang senada dengan itu)”.

Ini juga pernah terjadi saat vonis hakim pada kasus penistaan agama atas nama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Pada vonis tersebut hakim menghukum Basuki Tjahja Purnama dengan hukuman penjara OPselama 2 tahun, padahal tuntutan Jaksa Penuntut Umum satu tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Dalam hal ini putusan hakim yang melebihi tuntutan disebut Ultra Petita.

Ultra Petita sendiri merupakan sebuah asas dalam hukum acara, dimana seorang hakim memutus sebuah perkara melebihi apa yang dituntut dalam perkara tersebut. Dalam hukum acara pidana Ultra Petita mengacu pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Jadi dalam praktik peradilan putusan ultra petita dalam perkara pidana dibolehkan dan putusan itu tidak dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Ultra petita tidak hanya menyangkut putusan lebih tinggi daaripada tuntutan jaksa, tetapi juga menyangkut pasal yang jadi dasar putusan hakim yang sesungguhnya tidak masuk permintaan jaksa. Dasarnya ya seperti yang dinyatakan oleh Bagir Manan, “mohon putusan yang seadil-adilnya.”

Imas Senopati
Tim Hukum Senayan Post

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close