Internasional

Ulang Tahun ke-16, Remaja di AS Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang

SANTA CLARITA, SENAYANPOST.com – Seorang remaja mengumbar tembakan di sebuah sekolah di California di ulang tahun ke-16, di mana dia membunuh dua murid dan melukai tiga lainnya.

Remaja itu dilaporkan mendapat perawatan intensif di rumah sakit dengan kondisi “suram” setelah mengarahkan senjata ke dirinya sendiri.

Adapun kejadian itu berlangsung di SMA Saugus di Santa Clarita, dan menjadi insiden penembakan terbaru di sekolah AS, di mana 300 murid tewas dalam 20 tahun terakhir.

Siswa yang ketakutan mengisahkan mereka berlindung, dengan yang lainnya melarikan diri ketika si remaja datang dan menembak dari senjata semi-otomatis kaliber 45.

Kapten bagian pembunuhan Kent Wegener dalam konferensi pers berujar, pihaknya sudah melihat video dari kamera pengawas sekolah.

“Terlihat jelas pelaku menarik pistol dari tas, menembaki lima orang, dan kemudian mengarahkannya ke kepalanya,” ucap Wegener dikutip AFP Kamis (14/11/2019).

Sheriff Los Angeles County Alex Villanuvea menerangkan, remaja itu ditemukan bersama dengan korban luka oleh first responder.

Wegener mengatakan, mereka masih belum menentukan motifnya. Namun sebuah pesan sempat muncul dari akun Instagram yang diduga milik pelaku.

“Saugus, bersenang-senanglah di sekolah besok.” Demikian unggahan yang ada di Instagram sebelum diturunkan oleh orang lain seusia insiden.

Sementara Badan Penyelidik Federal (FBI) menuturkan mereka masih belum menemukan adanya motif ideologis, atau pun tersangka lain yang membantunya.

Korban tewas dilaporkan adalah gadis berusia 16 tahun dan lelaki berumur 14 tahun. Kemudian korban luka adalah dua gadis dan dan satu bocah laki-laki berumur 14 dan 15 tahun.

Penembakan di sekolah berisi 2.300 siswa itu diaporkan pertama kali pukul 07.30 waktu setempat, dengan saksi mengidentifikasi ciri-cirinya.

Polisi bergegas ke rumah pelaku untuk melakukan penggeledahan. Adapun ibu dan pacarnya dilaporkan datang untuk memberikan keterangan ke kantor.

Andrei Mojica mengungkapkan, dia sedang mengikuti kelas pemerintahan ketika seseorang masuk dan menyatakan ada penembakan di sekolah.

“Saat itulah jantungku serasa anjlok,” ujarnya kepada LA Times.

Mereka pun mengikuti prosedur dengan membarikade kelas menggunakan meja.

Selain itu, mereka mempersenjatai diri dengan alat pemadam api, dan menunggu dalam keheningan. Mojica berucap saat itu suasananya begitu tegang.

“Kami tidak tahu jika pelakunya ada di sisi lain sekolah atau tepat di tepat di depan kelas kami. Rasanya kami hening untuk selamanya,” jelasnya.

Akhirnya, kelas yang berisi 30 siswa itu bisa keluar dengan selamat setelah mereka didatangi oleh Tim Penyerang Bersenjata Khusus (SWAT).

Sementara seorang ibu yang menunggu bersama orangtua lainnya di gereja sambil terisak mengisahkan, dia baru saja mengantar anaknya semenit sebelum kejadian.

“Saya belum melihat putra saya. Tetapi dia sempat menelepon dan kelihatannya baik-baik saja. Hanya dia sangat terkejut,” katanya.

Kepada CNN, para murid menuturkan mereka mendengar beberapa kali letusan “seperti kembang api”, sebelum kemudian bergegas menyelamatkan diri.

Sebanyak 24 ambulans, tujuh paramedis, dan satu helikopter disiagakan di sekolah, bersama dengan puluhan mobil polisi.

Agen dari Biro Federal Alkohol, Tembakau, Senjata, dan Bahan Peledak dilaporkan berada di lokasi kejadian bersama tim pemadam kebakaran.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close