Ukraina Akan Tagih Rusia Biaya Kerusakan Perang Rp724 Triliun

Ukraina Akan Tagih Rusia Biaya Kerusakan Perang Rp724 Triliun

KIEV, SENAYANPOST.com – Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengatakan akan menagih biaya kerusakan perang yang dilakukan oleh Rusia. Seperti diketahui, pada awal 2014, Rusia melakukan pendudukan Semenanjung Crimea, kemudian dilaporkan mendukung konflik di Donbass.

Aksi itu terjadi setelah aksi protes masif di Kiev melengserkan mantan Presiden Viktor Yanukovich yang dikenal dekat dengan Rusia.

Poroshenko yang berkuasa kemudian berjanji bakal merebut Crimea tanpa militer. Namun, dia berurusan dengan konflik di Donbass yang menewaskan 10.000 orang.

Kini setahun sebelum pemilihan umum, Poroshenko mengunggah tulisan di Facebook meminta menterinya mulai menghitung kerugian perang, dan mengirimkannya ke Rusia.

Dilansir Newsweek Jumat (3/8/2018), Poroshenko menulis agresi Rusia menyebabkan infrastruktur dan ekonomi di Donbass serta Crimea hancur.

Baca Juga

“Karena itu, kami tak ragu lagi untuk mulai mengklaim kompensasi yang harus dibayarkan Rusia kepada kami,” tegas Poroshenko.

Presiden berusia 52 tahun itu tak memberikan rincian besarnya jumlah yang harus dibayarkan oleh Negeri “Beruang Merah”.

Namun juru bicara Poroshenko, Irina Lutsenko, berujar kerusakan Ukraina mencapai USD50 miliar, atau Rp724,8 triliun.

Kremlin selalu menyanggah jika mereka terlibat dalam konflik separatis di Donbass.

Namun, Newsweek melaporkan mereka mengakui pasukannya berpartisipasi di Crimea. Padahal, Rusia sebelumnya menyangkal pendudukan itu.

Selain itu, dilaporkan pasukan separatis di Donbass sebagai milik mereka.

Ini bukan kali pertama Rusia mendapat tagihan kerusakan perang dari negara lain. Latvia pernah mengatakan Moskwa berutang 210 miliar dolar AS, atau Rp3.044 triliun.

Biaya itu merupakan kerusakaan infrastruktur karena Uni Soviet mencaplok Latvia sebagai bagian dari wilayahnya. Tudingan itu kemudian direspon Rusia dengan menyatakan Latvia juga berutang USD72 miliar, sekitar Rp1.043 triliun, sebagai kompenssasi investasi ketika era Soviet. (WW)