Ukiran Motif Putri Duyung di Rumah Warga Diteliti Balai Arkeologi Papua

Ukiran Motif Putri Duyung di Rumah Warga Diteliti Balai Arkeologi Papua
Penemuan ukiran bermotif putri duyung di rumah suku Sentani.(foto inews)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ukiran dengan motif putri duyung di tiang rumah adat warga Suku Sentani ditemukan oleh Balai Arkeologi Papua. Penemuan ini menjadi penelitian tim terkait cerita rakyat di daerah setempat.

Seorang tokoh masyarakat Kampung Dondai, Daud Wally mengatakan, masyarakat di Sentani bagian barat meyakini bahwa leluhur mereka berasal dari wilayah Pasifik.

"Putri duyung menjadi lambang marga di Danau Sentani bagian barat," kata Daud di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (29/9/2020).

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, putri duyung digambarkan hidup di lautan. Namun secara ilmiah, duyung merupakan mamalia laut yang dikenal sebagai dugong.

"Mamalia laut pemakan tumbuhan lamun yang banyak ditemukan di teluk-teluk perairan pasifik selatan," ujar dia.

Selain motif putri duyung, katanya, penelitian di Kampung Dondai juga menemukan ukiran ikan hiu gergaji di tiang rumah warga. Menurut dia, di masa lampau Danau Sentani merupakan laut habitat hiu gergaji.

Proses geologi menjadikan Laut Sentani danau air tawar. Ikan tersebut kemudian beradaptasi di lingkungan yang baru. Sebab warga pernah mendapati hiu gergaji di danau tersebut pada 1970-an silam.

"Keberadaan ukiran motif putri duyung dan hiu gergaji di Danau Sentani, membuktikan bahwa kehidupan masyarakat Danau Sentani tidak bisa dilepaskan dari laut," ujar dia.