UII Ciptakan Game Pembelajaran Khusus Anak Autis

16:50
182
Izzati Muhimmah menunjulkan game untuk anak autis PUKA.

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Anak-anak autis memerlukan metode pembelajaran yang sesuai agar dapat mandiri dan berinteraksi sosial dengan yang lain. Namun harus diakui model atau kelengkapan agar anak-anak autis ini dapat belajar lebih baik, masih merupakan hal yang belum tercapai, apalagi jika kemudian menggunakan sarana teknologi informasi yang maju.

“Seperti yang diketahui, siswa autis memiliki kecenderungan sulit untuk dapat berinteraksi secara sosial. Dan pada proses pembelajaran, mereka perlu pendampingan yang lama dan harus dilakukan dengan penuh sabar untuk mencapai target kemandirian siswa,” ujar Mahasiswa Magister Teknik Informatika UII Rahadian Kurniawan S.Kom M.Kom, Kamis (10/8/2017).

Rahadian di kampus terpadu UII Jalan Kaliurang, Yogyakarta menambahkan, guru dan orang tua memerankan peran penting dalam proses pembelajaran siswa autis.

Dari observasi yang telah ia lakukan, media pembelajaran keterampilan interaksi sosial dan bina diri, seperti buku masih terbatas di sekolah.

Untuk mendukung proses belajar yang menyenangkan, tambahnya, dibutuhkan permainan yang mudah dimengerti.

“Ini juga supaya siswa pengalaman dalam berinteraksi. Permainan inipun saya buat dan menjadikannya tesis magister saya,” katanya.

Melalui penelitian dan observasi serta konsultasi dengan berbagai pihak akhirnya teecipta game berbasis android. Game itu itu dinamakan PUKA — akronim dari Permainan Untuk Komunikasi Anak Autis. Ia mengakui, PUKA itu dikwmbangkan mendasarkan lada model pembelajaran PECS (picture exchange communication system).

Ia menjelaskan permainan ini menggunakan gambar sebagai media komunikasi anak autis dengan menggunakan perangkat ponsel pintar yang berbasis android. Media permainan digital saat ini sudah bisa mendukung siswa untuk mengatur kecepatan belajar sesuai dengan kemampuannya dan merangsang untuk mengetahui lebih jauh lagi.

Disebutkan ada enam fase atau jenjang yang setiap fasenya akan memberikan kesempatan anak-anak berkomunikasi, mulai dari mengenal benda-benda yang ada disekitarnya, menyusun kata, menyusun kalimat dan berkomunikasi.

Sementara Dosen Pembimbing Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan permainan ini telah diujikan pada kelompok siswa autis non verbal berusia 11 tahun ke atas.

Menurut dia, dalam uji coba, katanya, anak-anak anak cukup menunjukkan sikap yang baik dan responsif. Game PUKA inipun dapat diunduh secara gratis melalui: http://psimed.fit.uii.ac.id/project/ sehingga para orang tua atau guru dapat mamanfaatkannya.

Comments

comments