UGM Distribusikan 2021 Alat Deteksi Covid-19 GeNose C29

UGM Distribusikan 2021 Alat Deteksi Covid-19 GeNose C29
GeNose C29

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Sebanyak  2.021 unit GeNose C19  didistribusikan kepada pengguna melalui lima perusahaan distributor. Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, berharap Indonesia dapat mempercepat dan memperluas jangkauan skrining COVID-19 dengan didistribusikannya GeNose C19. 

“Kami berharap seluruh pihak terus mendukung terlaksananya akselerasi penghiliran produk inovasi GeNose C19 ini sehingga dapat segera membantu mengatasi permasalahan bangsa dalam pelaksanaan mitigasi dan percepatan proses penanganan pasien COVID-19 di Indonesia,” ujar Panut. 

Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Dr. Hargo Utomo menerangkan 2021 unit tersebut, sebagian besar akan diserahkan kepada fasilitas kesehatan.

“GeNose C19 akan diproduksi dan didistribusikan secara bertahap. Sebagian besar penerima GeNose C19 terkonsentrasi di Jawa, dan sebagian pengiriman ditujukan ke Kalimantan dan Sulawesi,” ujarnya. 

Salah satu penemu GeNose C19, Dr. dr. Dian K. Nurputra, menerangkan saat ini, GeNose C19 sudah diinspeksi kembali oleh Kementerian Kesehatan dan mendapatkan pengakuan cara uji klinis yang baik dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. 

“GeNose sudah layak beredar sejak diakui oleh Kementerian Kesehatan melalui pemberian izin penggunaan darurat dan yang terbaru Kementerian Perhubungan juga telah menerbitkan aturan mengenai GeNose sebagai syarat perjalanan,” terang Dian.

“Pengakuan didapat sejak GeNose C19 mendapat izin edar dari Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes) Kemenkes pada akhir 2020 lalu. Artinya, GeNose C19 sudah diizinkan oleh Kemenkes untuk beredar dengan semua akurasi yang ada. Kami juga sudah diinspeksi lagi oleh Kemenkes untuk memenuhi standar cara uji alat kesehatan yang baik seperti yang diamanatkan oleh Permenkes No 63 Tahun 2017 dan sudah lolos,” tambah Dian. 

Tingkat akurasi GeNose C19 berkisar antara 93-95%. Dian menjelaskan, untuk pasien yang tidak bergejala, akurasi GeNose C19 mencapai 93%. Alat skrining virus SARS-CoV-2 ini juga telah resmi diakui oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta PT. Kereta Api Indonesia. “Kini, kami sedang dalam proses uji validasi eksternal,” tambah Dian.

Validasi eksternal itu dilakukan oleh Balitbangkes Kemenkes, Universitas Andalas, dan Universitas Indonesia.