UGM Berhasil Luncurkan Rudal Pasopati

12:30
1437
YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Satu tim riset dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang menggeluti aeronautika berhasil meluncurkan peluru kendali (
Rudal Pasopati UGM

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Satu tim riset dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang menggeluti aeronautika berhasil meluncurkan peluru kendali (missile) yang dinamai Pasopati.

Kegiatan uji terbang rudal penelitian generasi pertama ini dilakukan bekerja sama dengan Lanud Adisutjipto ini dilakukan di lapangan udara yang dikelola oleh TNI Angkatan Udara di Lapangan Terbang Gading, Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (12/11/2017).

Saat pelaksanaan uji, cuaca cerah sedikit berawan pada pagi hari itu sangat mendukung uji terbang rudal, ditambah hembusan angin dengan kecepatan tidak terlalu tinggi.

Penelitian rudal UGM yang dinamakan Pasopati ini direncanakan dalam waktu tiga tahun. Dr. Gesang Nugroho sebagai ketua penelitian, yang didanai oleh Kemenristekdikti melalui skema Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, menyampaikan bahwa tahun pertama 2017 ini difokuskan pada desain dan manufaktur rudal dengan jarak tempuh 30–50 km.

Jarak tempuh dan akurasi terus ditingkatkan hingga pada tahun ketiga mencapai target 100 km.

“Rudal elektrik tahun pertama ini didesain untuk dapat melakukan misi penyerangan target atau sasaran diam dengan terbang rendah agar tidak terdeteksi radar,” kata Gesang, Minggu (12/11/2017).

Adapun rudal Pasopati yang dikembangkan, kata Gesang, mempunyai beberapa data, yaitu penggerak elektrik menggunakan Electric Ducted Fan (EDF), jarak jangkauan sejauh 30-50 km, kecepatan jelajah berkisar 100-200 km/jam dan mampu membawa payload kurang lebih 2 kg. Sementara itu, desain rudal Pasopati ini sudah menyelesaikan tahap Design Requirement and Objective (DRO), Conseptual Design, Preliminary Design dan terakhir Detail Design.

“Rudal Pasopati generasi pertama ini memiliki panjang 170 cm, diameter 17 cm, berat kosong 0,9 kg,” katanya.

Ia menambahkan penggunaan electric ducted fan (EDF) dipilih karena memiliki karakteristik yang mirip dengan turbojet namun memiliki keuntungan tambahan yaitu lebih mudah dikendalikan. Selain itu, penggunaan EDF pada tahap awal ditujukan untuk mendapat data kendali untuk perkembangan selanjutnya.

Tim rudal UGM beranggotakan M. Agung Bramantya, Ph.D., Iswandi, M.Eng., dan Isnan Nur Rifai, M.Eng.

Menurut M. Agung Bramantya, Ph.D yang memimpin uji terbang di Lanud Gading, hasil uji terbang pada hari itu rudal Pasopati berhasil take off dan terbang dengan stabil, mampu menyelesaikan misi jelajah secara autonomus dengan ketinggian 100 m, kecepatan maksimum 130 km/jam dan jarak 5 km untuk waktu terbang sekitar 3 menit.

Comments

comments