Trump Sindir Petinggi Militer AS Doyan Berperang Demi Pabrikan Senjata Untung

Trump Sindir Petinggi Militer AS Doyan Berperang Demi Pabrikan Senjata Untung
Presiden AS Donald Trump

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Presiden Donald Trump menuduh pejabat tinggi militer AS sengaja berperang agar pembuat senjata mendapat keuntungan terus-menerus.

Pada konferensi pers Gedung Putih pada Senin, Trump mengkritik Joe Biden dengan menyebutnya sebagai pendukung "perang tanpa akhir," sebelum mengarahkan kritiknya kepada para pemimpin militer yang dia tunjuk sendiri, mengatakan mereka tertarik pada konflik untuk memuaskan kontraktor militer.

"Beberapa orang tidak suka pulang, beberapa suka terus menghabiskan uang. Seorang globalis kejam mengkhianati satu sama lain, itulah yang terjadi," kata Donald Trump seperti dikutip dari Politico, 9 September 2020.

Trump menegaskan meski sebagian besar pasukan AS mendukungnya, dia tidak menerima dukungan dari jajaran militer atas. Trump membuat komentar tersebut saat dia menganjurkan untuk memulangkan pasukan Amerika dari "perang tanpa akhir" dan mengecam sekutu NATO yang menipu Amerika.

Komentar Donald Trump datang setelah laporan majalah The Atlantic yang mengungkapkan Trump menyebut tentara Amerika Serikat yang gugur sebagai pecundang, saat dia hendak mengunjungi pemakaman tentara AS di Prancis pada 2018.

Setelah Presiden Donald Trump menuduh petinggi militer AS ingin berperang untuk membuat pembuat senjata senang, jenderal tertinggi Angkatan Darat AS mengatakan pada Selasa bahwa para pemimpin angkatan bersenjata akan merekomendasikan pengiriman pasukan ke pertempuran hanya untuk kepentingan keamanan nasional Amerika atau sebagai upaya terakhir.

Ditanya tentang kritik Trump terhadap para pemimpin Pentagon, Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal James McConville menolak berkomentar langsung tentang hal itu, dengan mengatakan militer harus tetap keluar dari politik, terutama menjelang pemilu.

"Banyak dari para pemimpin ini memiliki putra dan putri yang bertugas di militer, banyak dari para pemimpin ini memiliki putra dan putri yang telah pergi berperang atau mungkin sedang bertempur sekarang," kata McConville, yang ditunjuk Trump sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, dikutip dari Reuters, selama forum virtual yang diselenggarakan oleh Defense One, sebuah organisasi media yang berfokus pada militer AS.

"Saya dapat meyakinkan rakyat Amerika bahwa para pemimpin senior hanya akan merekomendasikan pengiriman pasukan kami untuk bertempur jika diperlukan dalam keamanan nasional dan sebagai upaya terakhir. Kami menanggapi ini dengan sangat, sangat serius dalam cara kami membuat rekomendasi kami," kata McConville.

Trump semakin renggang dengan para pemimpin Pentagon karena berbagai masalah setelah memberikan posisi senior pensiunan jenderal dalam pemerintahannya.

Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows, pada Selasa mengatakan komentar Trump tidak ditujukan kepada Menteri Pertahanan Mark Esper, Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, yang menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan Militer AS, atau para pemimpin militer lainnya.

"Komentar itu lebih mengarah pada kompleks industri militer," kata Meadows di Fox News.

Meadows tidak menyebut nama atau menjelaskan secara spesifik siapa yang dimaksud Trump ketika presiden merujuk pada petinggi di Pentagon. Trump sendiri adalah orang yang menunjuk Esper dan Milley untuk menjabat posisi saat ini.

Trump telah menghadapi kritik tajam dalam beberapa bulan terakhir dari para pensiunan pemimpin militer senior termasuk pensiunan Jenderal James Mattis, mantan menteri pertahanan AS selama dua tahun pertama masa jabatan kepresidenan Donald Trump yang menuduh Trump berusaha memecah belah orang Amerika.