Trump Mengaku Bersaudara dengan Kim Jong-un

10:00
348
DONALD TRUMP -- Presiden AS Donald Trump mengaku mempunyai hubungan baik dengan pemimpin Korut Kim Jong-un. Foto/Istimewa.

WASHINGTON, SENAYANPOST.com — Kini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mulai jenak, setelah sekian lama saling ancam dan hujat menghujat dengan Kim Jong un, penguasa Korea Utara (Korut). Presiden selebriti ini mengatakan, punya hubungan baik dengan Kim Jong-un musuh bebuyutannya.

Diperoleh kabar, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mulai jenak. Ia mengatakan, “mungkin” memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pernyataan ini sebuah perubahan dalam diri Trump setelah terlibat perang kata-kata dengan Jong-un terkait program nuklir dan rudal Pyongyang.

“Saya mungkin memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kim Jong Un. Saya juga memiliki hubungan persaudaraan dengannya. Saya pikir kalian pasti terkejut,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal.

Ketika ditanya apakah dia telah berbicara dengan pemimpin Korut itu, Trump mengatakan kepada surat kabar tersebut: “Saya tidak ingin berkomentar mengenai hal itu. Saya tidak mengatakan saya punya atau tidak. Saya hanya tidak mau berkomentar,” ujarnya politis seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/1/2018).

Pada bulan November, Trump mengatakan saat dalam perjalanan ke Vietnam bahwa berteman dengan Kim mungkin hal yang aneh terjadi tapi itu sebuah kemungkinan.

Sebelumnya, Trump sempat terlibat perang kata-kata dengan diktator muda Korut itu. Dalam satu kesempatan Trump telah mencemooh pemimpin Jong-un sebagai “maniak” dan menyebutnya sebagai “manusia roket.” Jong-un pun menanggapinya dengan menyebut presiden AS sebagai orang tua gila.

Jong-un telah memperingatkan AS bahwa dia bermaksud untuk membangun sebuah senjata nuklir yang mampu menghantam negara adidaya itu, yang memicu ancaman tindakan militer oleh Washington.

Dalam sebuah pidato minggu lalu, Jong-un mengatakan bahwa tombol nuklir selalu ada di mejanya. Pernyataan ini mendorong Trump untuk menanggapinya dalam tweet bahwa tombol nuklirnya jauh lebih besar dan lebih kuat daripada milik Jong-un. “Dan tombol saya bekerja dengan baik!” ejek Trump.

Dalam wawancara itu, Trump menyebut tweetnya yang agresif adalah bagian dari strategi yang lebih luas.

Comments

comments