Internasional

Trump: Korut Masih Berikan Ancaman Luar Biasa

WASHINGTON, SENAYANPOST.com – Presiden AS Donald Trump kembali pernyataan mengejuatkan terkait Korea Utara (Korut). Dalam keputusan eksekutifnya Jumat (22/6), Trump memperpanjang masa “darurat nasional” selama setahun atau 2019 dengan alasan ancaman senjata nuklir Pyongyang tidak biasa dan luar biasa.

Keputusan ini kontra dengan pertemuan bersejarah Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura yang sukses mencairkan ketegangan.

“Tindakan dan kebijakan pemerintah Korea Utara, termasuk mengejar program nuklir dan rudal; dan tindakan dan kebijakan provokatif, tidak stabil, dan represif lainnya terus menjadi ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi Amerika Serikat,” bunyi pernyataan Gedung Putih yang dikutip, Minggu.

Padahal, Trump sebelumnya berjanji mencabut sanksi Washington terhadap Pyongyang usai pertemuannya dengan Kim Jong-un di Singapura awal bulan ini.

“Ketika kami yakin bahwa nuklir tidak lagi menjadi faktor (ancaman), saya berharap untuk menghapus (sanksi) mereka,” ujar Trump beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanan pulang dari pertemuan di Singapura, Trump juga menyatakan bahwa Korea Utara tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir terhadap AS.

“Tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara,” tulis dia di Twitter.”Bertemu dengan Kim Jong-un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi besar untuk masa depan!.”

Dilansir BBC, masa darurat merupakan program sejak 2008 yang selalu diperbarui Presiden AS setiap tahunnya.

Setiap kali seorang Presiden AS memutuskan untuk memperpanjang masa darurat tersebut, maka perintah eksekutif itu bakal diikuti sanksi ekonomi.

Sementara Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berujar sanksi bakal tetap berlaku sembari negosiasi terus dilangsungkan.

Senator asal Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyindir keputusan eksekutif yang dibuat oleh presiden berusia 72 tahun tersebut.

“Laporan keputusan itu sukses mematahkan pernyataan yang dia buat pada pekan lalu,” ujar Senator asal New York tersebut.

“Kami harus menangani isu ini dengan lebih serius daripada sekadar berfoto. Menyebut masalah Korut sudah selesai tidak menyelesaikan apapun,” lanjut Schumer. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close