Trump Akui Remehkan Virus Corona

Trump Akui Remehkan Virus Corona
Presiden AS Donald Trump

JAKARTA, SENAAYNPOST.com - Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan terkait virus corona. Dalam buku berjudul 'Rage', Trump mengakui virus corona sangat berbahaya. 

Dikutip dari Reuters, Kamis (10/9), dalam buku 'Rage' disebutkan sejak Februari, Trump sudah mengetahui bahaya virus corona. Namun ia memilih tidak menyampaikan hal itu kepada masyarakat AS. 

"Saya ingin selalu meremehkannya (virus corona)," kata Trump kepada jurnalis The Washington Post, Bob Woodward, pada 19 Maret atau beberapa hari setelah ia menyatakan keadaan darurat nasional AS. 

"Saya masih suka meremehkannya, karena saya tidak ingin membuat panik," ucap Trump. 

Sejak awal pandemi, Trump memang meremehkan virus corona. Sebagai buktinya, pada Januari ia sudah diperingatkan intelijen AS soal potensi wabah COVID-19 di Amerika Serikat.   

Trump justru mengabaikan peringatan itu. Ia tercatat beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang menyepelekan potensi wabah corona, baik lewat cuitan di Twitter maupun dalam berbagai pidato.   

Trump berulang kali menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil mengontrol penyebaran virus. Bahkan, ia sempat mengatakan bahwa penyebaran virus corona akan menurun seiring dengan datangnya musim panas.  

Buku Rage itu berisikan mengenai wawancara antara Donald Trump dan Woodward. Rencananya, buku itu baru akan dirilis pada 15 September mendatang. Namun CNN mendapatkan rekaman percakapan itu. 

Dalam buku itu, Trump juga mengatakan kepada Woodward jika virus corona tidak hanya menjangkit para orang tua. Tetapi para remaja juga bisa terpapar virus itu. 

"Ini bukan hanya orang tua atau lebih tua. Kaum muda juga, banyak kaum muda (terpapar)," tutur Trump. 

Sementara berdasarkan rekaman wawancara Trump bersama Woodward pada 7 Februari, Trump menyebut virus corona sangat mematikan. Sebab, virus corona melayang di udara. 

"Virus itu mengudara, itu lebih sulit daripada jika bersentuhan. Karena Anda cukup tidak perlu menyentuh sesuatu. Baik? Tapi udara, Anda perlu menghirup udara dan begitulah caranya," ucap Trump. 

"Dan itu sangat rumit. Itu sangat rumit. Itu juga lebih mematikan daripada penyakit beratmu,"

Selain menyinggung virus corona, dalam buku 'Rage', Trump juga berbicara mengenai demo Black Lives Matter hingga pernyataannya yang dinilai telah meremehkan militer AS. Total, ada 18 wawancara di sana.