Internasional

Trump Akhirnya Percaya Jika Khashoggi Dibunuh

WASHINGTON, SENAYANPOST.com – Presiden AS Donald Trump kini ikut meyakini jika jurnalis Jamal Khashoggi memang sudah tewas dibunuh. Dia juga memperingatkan akan adanya konsekuensi berat jika pemerintah Arab Saudi terbukti mendalangi pembunuhan Khashoggi.

“Nampaknya memang seperti itu (dibunuh). Sangat menyedihkan,” ujar Trump kepada jurnalis saat ditanya soal Khashoggi, Kamis (18/10).

Trump juga menjawab soal potensi respon AS terhadap pemerintah Saudi, jika benar terbukti mendalangi pembunuhan kolumnis harian The Washington Post itu.

“Responnya akan amat berat. Sangat buruk, sangat buruk,” tambah Trump seperti dilaporkan AFP.

Pernyataan Trump ini menandai berubahnya sikap pemerintah AS yang selama ini terkesan enggan menuding sekutunya Arab Saudi. Padahal berbagai bukti yang mengaitkan dengan dugaan pembunuhan Jamal Khashoggi semakin kuat selama dua pekan terakhir ini.

Khashoggi, mantan orang dekat pemerintahan Saudi, kini menjadi pengkritik sang putra mahkota Pangeran Mohammad bin Salman (MBS).

Pangeran MBS selain dikenal amat berkuasa di negerinya, dia juga yang menjadi jangkar penguatan hubungan militer dan komersial antara Saudi dan pemerintahan Trump.

Pernyataan Trump ini berbeda dengan apa yang disampaikan Menlu Mike Pompeo beberapa jam sebelumnya.

Pompeo yang awal pekan ini berkunjung ke Arab Saudi menyatakan, Riyadh harus diberi waktu beberapa hari lagi untuk menyelesaikan investigasi.

“Setelah investigasi selesai, barulah kami bisa membuat keputusan bagaimana AS harus merespon,” kata Pompeo.

Nampaknya, Saudi akan mencari kambing hitam untuk menghindari krisis diplomatik dengan Amerika Serikat.

Harian The New York Times melaporkan, penguasa Saudi kemungkinan bakal menyalahkan Jenderal Ahmed al-Assiri, perwira intelijen yang dekat dengan MBS.

Sementara ittu, empat kelompok pejuang HAM dan perlindungan jurnalis mendesak pemerintah Turki untuk meminta PBB menggelar investigasi.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), Human Right Watch (HRW), Amnesti Internasional, dan Reporter Tanpa Batas menilai investigasi PBB yang bisa mengungkap kasus ini.

Sayangnya AS, patron terkuat Arab Saudi, berulang kali memberi keluarga kerajaan Saudi kesempatan karena pemerintahan Trump tak mau menempatkan hubungan kedua negara dalam risiko.

Trump berulang kali menyebut kesepatakan pembelian senjata dalam jumlah besar yang sudah diteken Saudi.

Sedangkan Menlu Pompeo menginngatkan pentingnya hubungan strategis jangka panjang dengan kerajaan kaya minyak itu.

“Saudi akan terus menjadi rekan penting dalam upaya memerangi terorisme, Saudi juga menjadi penjaga dua tempat suci. Hal itu harus kita ingat,” kata Pompeo. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close