Hukum

Transkrip Pesan Sisca Dewi ke Irjen BS Dibuka dalam Persidangan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pedangdut Sisca Dewi kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (28/11/2018). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan dari ahli di antaranya ahli bahasa dan ahli hukum agama.

Saat keterangan ahli bahasa, sebuah transkrip pesan Sisca Dewi ke Irjen Bambang Sunarwibowo (BS) ditampilkan. Dalam pesan tersebut, Sisca Dewi menyinggung soal pemblokiran akun media sosial dan juga talak.

Dalam pesan itu, Sisca Dewi memanggil BS dengan sebutan ‘suamiku’ dan ‘daddy’. Dia juga mengatakan awalnya hubungan mereka baik-baik saja dan selalu diselimuti dengan kasih sayang. Namun kemudian dia menyebut keadaan yang membuat BS berubah dan lari dari kenyataan.

Persidangan Sisca Dewi
Transkrip pesan Sisca Dewi kepada BS

“Keadaan yang memaksa Daddy menjadi lari dari kenyataan dan mengingkari semua dan menjadi pribadi lain,” tulisnya.

Dalam pesan itu Sisca Dewi juga menyinggung pernikahan yang dilakukan secara agama atau siri. Menurut dia, ada perbedaan sighat talak dalam pernikahan secara siri dengan pernikahan yang tercatat dalam hukum negara.

“Kita nikah secara agama, kalo nikah secara KUA saat ijab qobul diambil sumpah SIGHAT TALAK disepakati bersama. Sedang menikah secara agama tidak pernah diucap SIGHAT TALAK, jadi ada tata caranya tersendiri ttng talak/cerai yang diatur dalam agama,” tulisnya.

Dalam transkrip itu juga Sisca Dewi mengatakan kepada BS jika yang bersangkutan masih menyerang akun Instagramnya, dia bakal buat akun baru dan mengunggah semua foto mereka berdua.

Seperti diketahui, Sisca dipolisikan karena wanita asal Madiun, Jawa Timur, itu mengaku telah menikah dengan Bambang secara siri pada 17 Mei 2017 di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara. Pelantun lagu ‘Pangeran Surga’ itu pun sempat mengunggah kedekatannya dengan jenderal bintang dua tersebut di akun instagramnya.

Bambang membantah pernah menikah siri dengan Sisca Dewi dan melaporkannya ke polisi. Sisca Dewi lalu ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan dari Direktorat Tindak Pidana Siber yang berlaku 10-11 Agustus 2018.

Jenderal Bintang Dua ini mengaku awal mula mengenal Sisca pada Februari 2016. Sekitar satu setengah bulan kemudian Bambang mengaku dihubungi Sisca meminta untuk bertemu. Saat bertemu Sisca bercerita tentang permasalahan hidupnya.

“Niat saya hanya ingin membantu sebagai teman, namun semua ini malah menjadi petaka,” ungkap Bambang.

Sekarang, jebolan Akpol 1988 itu mengungkapkan keluarganya hancur, pekerjaannya juga berantakan. Dia berharap permasalahan ini cepat berlalu. Dia menyebut mengenal Sisca Dewi adalah kesalahan terbesar dalam diri saya.

Setelah kasus itu mencuat dia dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri yang sudah dipegang sejak 9 September 2016 itu. Kini Bambang menjabat Deputi IV Badan Intelijen Negara Bidang Ekonomi Intelijen.

“Biarlah ini menjadi kesalahan saya yang saya lakukan, saya juga menyerahkan semua ini ke penegak hukum. Pesan saya, jangan sampai ada lagi korban seperti saya, karena bukan hanya karier, namun keluarga juga akan berantakan,” tandasnya.

Saat ini sidang dengan terdakwa Sisca Dewi masih berlangsung. Saksi yang dihadirkan masih memberikan kesaksian.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close