Lintas Daerah

Tolak People Power, Ulama Berpengaruh Kalimantan Minta Masyarakat Lapang Dada dengan Hasil Pemilu

AMUNTAI, SENAYANPOST.com – Sejumlah alim ulama berpengaruh di Kalimantan menyatakan menolak adanya gerakan People Power untuk menumbangkan pemerintahan yang sah.

KH Asmuni atau yang dikenal dengan sebutan Abah Guru Danau, mengatakan rencana people power itu bertentangan dengan hukum.

“Saya sangat keras menolak rencana people power. Saya menolak segala tindakan melawan hukum, termasuk menumbangkan presiden yang sah,” kata Abah Guru Danau kepada sejumlah awak media di Amuntai, Kalimantan Selatan, Minggu (12/5/2019).

Ditambahkan, masyarakat harus menerima hasil pemilu sebagai bentuk perwujudan musyawarah terbesar aspirasi rakyat.

“Mari kita berlapang dada apapun hasil dari pemilu nanti. Kita hargai seluruh proses dan tahapan yang dilakukan KPU RI sebagai pelaksana yang diamanahi melaksanakan pemilu,” tambah kiai yang memiliki jamaah hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara itu.

Hal senada juga disampaikan KH Abdul Bari, Tokoh Agama dari Amuntai, Kalimantan Selatan.

Menurutnya, masyarakat sudah memberikan suaranya dalam situasi yang aman, damai dan bergembira. Karena itu, imbuh dia, sudah sewajarnya menerima hasilnya apapun yang ditetapkan okeh KPU nanti.

“Saya juga menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan demokrasi di Negara Keaatuan Republik Indonesia, termasuk rencana people power itu,” tegasnya.

Sementara itu, Habib Abdillah bin Habib Abu Bakar Al Habsy pimpinan Majlis Ta’lim Asholawatiyah Pamintangan Amuntai juga mengimbau agar umat tidak mau diprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

“Karena aksi tersebut secara Politik tidak sah, bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.

“Kegiatan itu merupakn bagian dari makar dan bertentangan dengan hukum yang berlaku. Masyarakat jangan mau diadu-domba,” tegas Habib Abdillah.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close