Ekonomi

Tokopedia Digelontorin Dana Rp14,6 Triliun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – PT Tokopedia dikabarkan mendapat kucuran dana sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 14,6 triliun) dari investor yang sudah ada, termasuk Softbank. Suntikan dana ini menjadikan Tokopedia marketplace online terbesar di Indonesia.

Menurut sumber dalam yang dekat dengan kabar ini, valuasi Tokopedia menjadi sekitar 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 102 triliun) setelah mendapat tambahan dana. Angka tersebut adalah angka valuasi terbesar untuk startup di Indonesia, menurut firma riset CB Insight.

Namun, sang sumber enggan menjabarkan lebih detail, siapa penyokong dana terbesar Tokopedia, apakah SoftBank Group Corp, Vision Fund, atau perusahaan yang berbasis di Tokyo yang juga memberikan suntikan dana ke Tokpedia di awal tahun.

Tokpedia menolak berkomentar atas kabar ini, sementara SoftBank masih belum memberikan tanggapan.

“Tokopedia telah muncul sebagai kekuatan utama beberapa kali,” jelas Usman Akhtar, salah satu mitra di kantor Bain & Company Jakarta. Usman menambahkan, Tokopedia membuat kemajuan dalam skala besar.

Itulah yang menjadi alasan para investor melihat Tokopedia menjadi salah satu pemimpin pasar potensial di pasar konsolidasi ke depan.

Tokopedia menjadi salah satu startup unicorn Indonesia. Didirikan oleh William Tanuwijaya (37) pada 2009. Startup ini menajdi salah satu pemicu pertumbuhan smartphone yang masif dan cepat di Indonesia.

Bahkan di Asia, dilansir KompasTekno dari Bloomberg, Kamis (22/11/2018), ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di Asia Tenggara dengan nilai pasar e-commerce mencapai 53 miliar dollar AS (Rp 773,5 triliun) pada 2025.

Dengan nilai valuasi yang besar, Tokopedia menjadi pesaing yang tangguh bagi anak perusahaan Alibaba Group, Lazada yang mengekspansi bisnisnya ke sebagian besar negara Asia Tenggara.

Pesaing juga datang dari, e-commerce lokal, PT Bukalapak.com yang baru-baru ini mendaftarkan ratusan kios per hari sebagai mitranya. Langkah ini akan mendorog okupasi pasar retail yang dimiliki Bukalapak.

Selain itu, ada pula e-commerce asal Singapura Sea Ltd yang semakin mengekspansi bisnisnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close