Nasional

TNI-Kemenpan Percepat Pencetakan Sawah di 9 Provinsi

Sorong (SenayanPost) -Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan Percepatan Cetak Sawah (PCS) dengan dukungan TNI AD dalam pelaksanaan di lapangan.
Ketua Tim Satgas PCS Brigjen TNI Hendra Yus mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan cetak sawah saat ini intinya adalah untuk mewujudkan Ketahanan Pangan nasional.
“Kalau ketahanan pangan terwujud, maka ketahanan nasional pun terwujud sehingga setiap daerah di seluruh tanah air akan mempunyai kekuatan dari aspek pangan, sehingga ke depan kita tidak impor lagi, kita kuat mandiri,” ucap Brigjen TNI Hendra Yus saat memimpin Tim Satgas PCS ke Sorong, Papua Barat, Kamis (4/8/2016).
“Karena sudah diminta untuk membantu mau tidak mau TNI AD harus dan bekerja keras bersama dengan dinas pertanian setempat, PPL dan Gapoktan dan para Kalaklap yang ada di wilayah untuk mewujudkan instruksi dari Presiden RI,” kata Hendra Yus.
Pada kegiatan peninjauan di lapangan, Tim PCS melaksanakan pengecekan lahan yang dilaksanakan di lokasi Kelurahan Klamalu, Kel. Mariyai, kampung Matawolot dan dilanjutkan ke kampung Makbalim Kab. Sorong.
Di lapangan, Tim PCS melaksanakan pemeriksaan penyemaian padi dengan para Babinsa dan Kelompok Tani, terkait dengan rencana penanaman padi secara serentak pada 15 Agustus 2016 di wilayah Kabupaten Sorong.
Kinerja TNI AD dalam hal PCS terhitung sukses di mana pada 2015 tencapai 20.166 Hektar sawah baru, dalam kurun waktu hanya 120 hari. Hal positif ini dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama pelaksanaan kegiatan perluasan sawah antara TNI AD dan Kementan pada Januari 2016.
Dalam perjanjian kerja sama itu, jajaran TNI AD membantu pencetakan sawah-sawah baru. Tak hanya itu, prajurit TNI AD menjadi pendamping petani dalam menjamin upaya-upaya terwujudnya swasembada pangan.
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. menjelaskan, guna melaksanakan program tersebut, TNI AD melalui Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad) membentuk sembilan Kepala Pelaksana Lapangan (Kalaklap) yang melibatkan seluruh satuan Zeni TNI AD, dengan menggunakan 368 unit Excavator, 110 unit Doozer, 6 unit Dump Truck, 2 unit Jhonderre dan 1 unit Ponton.
“Program Cetak Sawah tahun 2016 ini digelar di sembilan provinsi, yaitu Papua, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung, terdiri dari 52 Kabupaten dan empat Distrik dengan target berjumlah 68.615 Hektar. Sementara untuk daerah yang mendapat target luasan terbesar berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat seluas 14.770 Hektar,” kata Kolonel Czi Berlin.
Menurut Kabidpenum, kegiatan yang dilaksanakan oleh prajurit TNI AD meliputi penumbangan dan pengumpulan pohon, semak serta material lainnya atau lazim disebut land clearing. Selain itu dilakukan land levelling, pengolahan dan pembajakan tanah atau harrow and rotary serta pembuatan saluran irigasi tersier.

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close