Lintas Daerah

Tinggal Empat RS di Bandung yang Belum Layani Pasien BPJS Kesehatan

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, menjelaskan bahwa hanya ada 4 dari 35 rumah sakit (RS) di Bandung yang belum melayani pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Empat RS tersebut yaitu, RS Halmahera, RSIA Limijati, RSU Melinda I, dan RSIA Graha Bunda.

“Kenapa empat rumah sakit itu belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, itu pihak BPJS yang lebih mengerti,” ungkap Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita, di Bandung, Jum’at (15/3/2019).

Dengan 97,96 persen warga Kota Bandung sudah terdaftar layanan BPJS Kesehatan, ia meyakini upaya tersebut sebagai wujud perlindungan agar seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, dekat, dan terjangkau. Hal tersebut juga tercapai melalui koordinasi dengan dewan legislatif dan BPJS Kesehatan, untuk terus berupaya mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bandung.

Pihaknya juga berharap rumah sakit yang belum menerima pasien BPJS Kesehatan, untuk memberikan pengumuman kepada calon pasiennya. Dengan demikian, warga bisa menentukan rumah sakit yang tepat untuk melayani pengobatannya.

“Kami setuju untuk kejujuran dari rumah sakit, kalau yang tidak bekerja sama dengan rumah sakit mohon diumumkan. Dibuatkan suatu pengumuman bahwa rumah sakit ini belum bekerja sama dengan BPJS sehingga peserta BPJS bisa tepat datangnya. Jangan sampai dia datang ke rumah sakit A, ternyata rumah sakit A belum bekerja sama dengan BPJS,” tuturnya.

Rita mengatakan, selama ini Dinkes Kota Bandung selalu membina rumah sakit, secara rutin setiap tiga bulan. Lebih jauh jika ada kasus, maka pihaknya akan langsung kami tindak lanjuti dengan memanggil rumah sakit.

“Kami bina dan beritahukan hal-hal yang sebetulnya tidak boleh atau kurang tepat dilakukan rumah sakit. Kami minta rumah sakit memperbaikinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan terhadap rumah sakit, cukup penting untuk menjaga masyarakat Kota Bandung tetap terlayani dengan baik. Sehingga sebagai pembina, Dinkes berkewajiban untuk menyampaikan aturan-aturan terbaru, menindak lanjuti keluhan warga, dan mendorong rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik.

Mengingat pelaku dari sistem jaminan layanan kesehatan terdiri dari tiga pihak, yaitu BPJS Kesehatan, tempat pelayanan kesehatan, dan peserta BPJS.

“Secara rutin kami selalu melakukan pembinaan, karena kami hanya selaku pembina,” imbuhnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close