Konsultasi Hukum

Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan

SAYA seorang direktur marketing perusahaan distributor, salah satu salesmen saya melakukan penjualan barang ke ke toko grosir dengan nilai Rp.497.000.000,- menurut petugas gudang barang tersebut telah di keluarkan dari gudang dan menurut salesman sudah di kirim ke toko pemesan. Dan sesuai peraturan perusahaan pembeli harus melakukan pembayaran maximal 30 hari sejak barang diterima. Faktanya setelah 30 hari belum ada pembayaran, lalu perusahan mendatangi toko pemesan dan mendapat jawaban tidak pernah melakukan pemesan dan juga tidak pernah menerima barang.

Pertanyaan: Bagaimana tindakan yang harus dilakukan oleh perusahaan dan apakah tindakan salesman dapat di laporkan ke polisi dan tindakan pidana apa yang akan dikenakan oleh sales tersebut ?

Ronald, Lampung

Jawaban:

Pada dasarnya dengan adanya tindakan sales yang menyimpang penyelesaiannya dikembalikan pada perusahaan apakah hanya akan diminta mengembalikan atau apabila perusahaan akan melakukan tindakan menurut hukum maka upaya yang harus dilakukan adalah melaporkan ke kepolisian untuk diproses secara pidana sampai dibuktikan kepengadilan Negeri.

Perbuatan yang dilakukan oleh sales memenuhi unsur tindak pidana penggelapan dan mengingat sales terdapat hubungan kerja dan juga mendapatkan upah dari perusahaan maka tindakan tersebut masuk ke tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan ancaman ditambah 1 tahun menjadi paling lama 5 tahun.
Tindak Pidana penggelapan dalam jabatan diatur dalam pasal 372 jo 374 KUHP yang menyatakan:

Pasal 372
Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Pasal 374
Penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Demikian Jawaban ini semoga bermanfaat

AZELIA GAYA PUTRI,S.H
Konsultan Hukum LKBH INTAN

KOMENTAR
Tags
Show More
Close