Kriminal

Tim Gabungan Satgas Amankan Puluhan Ribu Benih Lobster di Jambi

JAMBI, SENAYANPOST.com – Sebanyak 60.000 ekor benih lobster (baby lobster) senilai Rp8,69 miliar yang hendak diselundupkan ke Singapura dan Vietnam melalui jalur laut di perairan wilayah pantai timur Provinsi Jambi diamankan anggota tim gabungan satgas dari Mabes Polri, Polresta Jambi bersama BKIPM Jambi.

“Pengungkapan kasus 60 ribu benih lobster ini bentuk kerjasama antar pihak kepolisian, BKIPM, Dinas Kelautan dan pihak lainnya yang dilibatkan dalam tim satgas pemberantasan penyelundupan benih lobster di Provinsi Jambi,” ujar Ketua Tim Satgas Benih Lobster, Kombes Pol Parlindungan Silitonga bersama Kepala BKIPM Jambi, Ade Samsudin, di Jambi, Sabtu (10/11/2018).

Ia mengatakan, kasus ini bisa diungkap setelah tim satgas menerima informasi bahwa di Jambi masih ada beberapa lokasi tempat penampungan atau penyimpanan dan pemeliharaan benih lobster sebelum diselundupkan ke luar negeri melalui kawasan perairan di wilayah timur Jambi.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim satgas berhasil menemukan lokasi tempat penampungan dan pemeliharaan sementara sebelum di selundupkan ke Singapura pada Jumat (9/11/2018).

Lokasinya di kawasan Jl Bintan RT29, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi dengan barang bukti ada 60.000 ekor benih lobster yang hendak dikirim.

Pada saat digerebek dari lokasi tersebut, tim satgas menemukan puluhan ribu benih lobster jenis mutiara dan pasir yang siap diselundupkan ke Singapura dan Vietnam serta peralatan untuk pemeliharaan sementara sebelum dikirim.

Dari tempat kejadian perkara, tim juga mengamankan sebanyak 10 orang pelaku mulai dari pemilik berinisial IS hingga sembilan orang pekerjanya yakni YT, HR, IS, HD, YA, AGI, TM, BK dan KD yang saat digerebek gudang itu mereka sedang bekerja mempersiapkan pengiriman atau penyelundupan benih lobster tersebut, kata Kombes Pol Parlindungan Silitonga yang juga menjadi Kasubdit IV Tipidter Bareskrim Mabes Polri itu kepada wartawan.

“Pada saat digerebek di gudang atau rumah pemilik IS, para pekerja sedang mempersiapkan pengiriman untuk diselundupkan ke Singapura dan Vietnam dan dari sana terlihat tempat tersebut sudah cukup lama beroperasi untuk aktivitas ilegal tersebut,” katanya.

Dari TKP tempat pemilik penyimpanan dan pemeliharaan sementara benih lobster tersebut ditemukan lebih kurang 60.000 ekor yang terdiri atas 4.960 ekor benih lobster jenis mutiara yang jika dijual senilai Rp744 juta dan 52.950 ekor benih lobster jenis pasir dengan nilai Rp7,94 miliar.

Akibat perbuatan para pelaku tersebut, negara dirugikan sebesar Rp8.696.700.000 dan atas perbutan tersebut para tersangka atau pelaku dikenakan sesuai pasal 88 jo pasal 16 UU RI Nomor 44 tahun 2009, tentang perubahan atas UU NO.31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 55 KUHP, jo pasal 2 peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 tentang larangan penangakapan dan pengeluaran lobster dari wilayah Indonesia.

“Kesepuluh pelaku atau tersangka diancam dengan hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” kata Kombes Pol Parlindungan.

Sementara itu, Kepala BKIPM Jambi, Ade Samsudin mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil kerjasama tim satgas yang dibentuk dari pusat dan Jambi merupakan salah satu provinsi atau wilayah yang sangat startegis sebagai tempat penampungan atau pemeliharaan sementara sebelum dikirim atau diselundupkan ke luar negeri.

“Karena wilayah Provinsi Jambi salah satu kawasan strategis yang ada di Sumatera untuk aksi penyelundupan benih lobster, maka tim satgas dibentuk dan akan terus bekerja sama untuk memberantas aksi ilegal pengiriman lobster ke luar negeri,” kata Ada Samsudin.

BKIPM Jambi bersama kepolisian dalam setahun terakhir ini juga sudah beberapa kali menggagalkan aksi penyelundupan benih lobster ke Singapura baik yang dijalur darat maupun ditangkap saat diperairan laut di atas kapal sebelum diselundupkan ke negara tetangga tersebut. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close