Tim Cook Optimistis Pengendalian Corona di China, Pabrik Apple Kembali Dibuka

Tim Cook Optimistis Pengendalian Corona di China, Pabrik Apple Kembali Dibuka

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pabrik-pabrik penghasil produk Apple terpaksa  ditutup sementara akibat wabah virus korona di China. Sekarang, pabrik yang memproduksi produk Apple telah dibuka kembali.

CEO Apple Tim Cook memberikan komentar dalam sebuah wawancara terbaru mengenai keputusan pembukaan kembali pabrik yang memproduksi produk Apple. Menurutnya, pabrik dibuka kembali saat China mengendalikan virus korona.

“Rasanya bagi saya China mengendalikan virus korona. Maksud saya Anda melihat angka-angkanya, mereka turun dari hari ke hari. Dan, saya sangat optimis di sana. Di sisi pemasok, kami memiliki pemasok, Anda tahu, iPhone dibuat di mana-mana. Kami memiliki komponen utama yang berasal dari Amerika Serikat, kami memiliki bagian-bagian penting yang ada di China, dan seterusnya,” kata Cook seperti dilansir The Verge, Jumat (28/2/2020).

Secara teknis, Cook memang ada benarnya. Menurut otoritas China, jumlah kasus baru di China sebenarnya melambat. Tapi, ada wabah baru di daerah lain di dunia, termasuk Korea Selatan, Italia, dan Iran.

Jadi, virus korona kemungkinan masih memiliki dampak ekonomi global. Kemudian, tidak jelas bagaimana penyebarannya yang berkelanjutan akan berdampak pada aspek-aspek lain dari bisnis, perjalanan, kesehatan masyarakat, dan kebijakan.

Ada alasan Cook mengatakan komentarnya sekarang. Komentarnya kemungkinan dimaksudkan untuk meyakinkan investor bisnis perusahaan berada pada pijakan yang kuat. Sebab, Apple dan saham teknologi lainnya jatuh dalam beberapa hari terakhir akibat kekhawatiran dan berita terus menerus soal virus korona.

Pekan lalu, perusahaan mengatakan dalam investor update, efek global dari wabah virus korona akan menyebabkan pendapatan kuartal kedua lebih rendah dari yang diharapkan. Sebagian karena efek wabah pada manufaktur iPhone.

Dalam update investor, Apple mengatakan pabrik-pabrik iPhone telah dibuka kembali. Tapi, mereka lebih lambat dibanding yang diperkirakan Apple.