Politik

Tiga Orang Meninggal Usai Mencoblos

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tiga orang dilaporkan meninggal dunia usai menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) berbeda.

Ada yang meninggal dunia di TPS, ada juga yang meninggal di rumahnya. Ketiganya yakni Daud Leo, Taj Kwe Ming, dan Anih.

Daud Leo menghembuskan napas terakhirnya setelah mencoblos di TPS 7, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (27/6).

Warga Laikang, Biringkanaya ini diduga terkena serangan jantung setelah pencoblosan.

“Benar, ada warga yang meninggal dunia, sekitar pukul 12.00,” kata Kapolsek Biringkanaya Kompol Nugraha.

Nugraha menyebutkan, Daud merupakan pensiunanPNS. Dia meninggal dunia ketika berjalan menuju ke rumah dari TPS.

“Ya diduga serangan jantung, korban ini meninggal dalam perjalanan dari lokasi TPS ke rumahnya. Kini korban sudah ada dirumahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Taj Kwe Ming (73) menghembuskan napas terakhirnya usai mencoblos di TPS 36Jalan Udang, Tegalsari, Tegal Barat, Rabu (27/6) pukul 07.45 WIB.

Taj Kwe Ming merupakan warga Jalan Teri Nomoer 21, Tegalsari, Tegal Barat, Kota Tegal.

Nenek berusia senja ini sempat meminta izin kepada panitia pemungutan suara untuk berisitirahat di kursi usai menggunakan hak pilihnya. Tak berselang lama, korban kemudian terjatuh dari kursi.

Kontan saja, panitia dan petugas di TPS langsung menolong dan menghubungi petugas medis.

Setelah diperiksa, nyawanya sudah tiada. Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Harapan Anda, Kota Tegal. Dugaan sementara, nenek Taj Kwe Ming meninggal akibat penyakit stroke yang diderita.

Warga Dusung Tamelang Timur, RT 025/026, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur menghembuskan napas terakhirnya di bilik suara.

Anih (54) meninggal sesaat setelah dirinya mencoblos surat suara di TPS 10 Desa Margasari.

Camat Karawang Timur Eli Laeli Komala bertutur Anih ke TPS diantar oleh anaknya.

Menurut Eli, Anih roboh usai selesai mencoblos sampai bilik suara ikut ambruk.

“Kalau dari keterangan saksi mata, saat itu beliau tengah melakukan pencoblosan. Tetapi belum sempat melipat surat suara dan memasukkan ke kotak surat suara, alamarhumah langsung tersungkur,” ucap Eli.

Anih kemudian dibawa ke klinik Maka Medika, tak jauh dari TPS.
Di klinik Anih dinyatakan meninggal dunia.

Dari keterangan keluarga, selama ini Anih menderita sakit diabetes. Hanya saja, ketika ke TPS kondisi Anih dalam keadaan sehat.

“Pas tadi mau mencoblos ke TPS itu dalam keadaan sehat, bisa jalan. TPS juga jaraknya cuma sekitar 100 meter,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close