Nasional

Tiga Kantong Jenazah Korban Pesawat Dimonim Dievakuasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tim SAR gabungan dibantu masyarakat telah mengevakuasi beberapa jenazah korban pesawat Dimonim Air yang jatuh di Gunung Menuk, Papua.

Menurut Staf Humas Pemda Pegunungan Bintang Nelson Wenda, saat ini tiga kantong jenazah dalam perjalanan menuju Oksibil. Namun belum dapat dipastikan identitas jenazah yang telah dievakuasi.

Pesawat milik Demonim Air jatuh dalam perjalanan Tanah Merah-Oksibil, Papua, Sabtu (11/8).

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Michael mengatakan salah satu korban selamat adalah Jumaidi (12). Ia mengalami cedera dan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oksibil.

Korban selamat tiba di Oksibil sekitar pukul 13.00 WIT. Michael mengatakan Jumaidi saat ini belum dapat berbicara tentang insiden yang dialaminya.

“Kemungkinan korban masih trauma,” kata Michael seperti dikutip Antara, Minggu (12/8/2018).

Sedangkan korban lainnya yang diduga tewas dalam insiden itu masih dalam proses evakuasi. Pesawat itu mengangkut sembilan orang.

Pesawat milik Dimonim itu dipiloti Leslie Sevove dan co-pilot Wayan Sugiarta. Pesawat itu terbang dari Tanah Merah, Sabtu (11/8) pukul 13.42 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.20 WIT.

Tujuh penumpang yang ikut dalam pesawat tersebut yakni Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, Naimus, dan Jumaidi.

PT. Jasa Raharja (Persero) menjamin santunan bagi para korban kecelakaan pesawat perintis Dimonim Air di Papua.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo dalam keterangan tertulis di Jakarta mengatakan perseoran menjamin hak santunan kepada para korban sesuai Undang-Undang Nomor 33 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Kecelakaan Penumpang.

“Jasa Raharja memberi hak santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia, dan menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit di mana korban dirawat, dengan biaya perawatan maksimum Rp25 juta apabila terdapat korban luka luka,” sebut Budi.

Jasa Raharja yang telah menerima laporan tersebut langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Polda Papua, dan Polres Oksibil untuk mendata para korban dan mendatangi ahli waris korban untuk dilakukan pendataan.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close