FeaturesLintas Daerah

Tiga Gajah Sumatera Penghuni Baru Hewan Dilindungi di Hutan Harapan

JAMBI, SENAYANPOST.com – Sebanyak tiga gajah Sumatera yang diselamatkan dari lanskap Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Kabupaten Tebo, Jambi, menambah jumlah hewan yang dilindungi ini di Hutan Harapan yang dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) yang berada di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

“Selain PT Reki, penyelamatan dan pelepasliaran gajah Sumatera itu juga harus didukung manajemen PT Alam Lestari Nusantara (ALN) dan PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) yang arealnya masuk dalam wilayah jelajah (home range) gajah Sumatera dalam lanskap Hutan Harapan. Selain itu, tentu saja perlu dukungan pemerintah daerah dan BKSDA,” ujar Headof Ecosystem Management Division Hutan Harapan, Yusup Cahyadin, di Jambi, Minggu (7/10/2018).

Menurutnya, agar penyelamatan dan pelepas liaran sukses, para pihak perlu ikut memantau dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan memberikan solusi jika terjadi konflik manusia dengan gajah. Areal yang masih berhutan atau belukar yang dipakai wilayah gajah sebaiknya tidak diubah menjadi hutan tanaman atau tanaman pertanian.

Ia mengatakan, apabila para pihak di lanskap Hutan Harapan dapat bekerja sama dan berperan aktif dalam konservasi gajah, ke depan gajah yang dilepas dapat hidup dan berkembang biak. Jika ini terjadi, lanskap Hutan Harapan dapat menjadi salah satu kantong habitat gajah di Sumatera.

Disebutkannya, kondisi sebagian areal jelajah gajah yang berupa hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan adalah tantangan pengamanan gajah di lanskap Hutan Harapan. Karena itu, perusahaan-perusahaan HTI dan perkebunan tetangga sebaiknya merelakan sebagian arealnya untuk dihutankan kembalimenjadi habitat gajah yang tentunya sangat bermanfaat dalam konservasi gajah.

Selain itu, jika terjadi konflik gajah dan manusia, para pihak terkait tersebut perlu secara bersama mencari solusi yang arif dan menguntungkan kedua belah pihak baik petani maupun gajah. “Peran aktif pemerintah daerah dan BKSDA dan Kementerian LHK sangat diperlukan untuk menggandeng para pihak agar mau secara bersama menyelamatkan gajah dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Yusuf berharap tiga ekor gajah yang selama ini hidup terancam di berbagai lokasi karena kehilangan habitat itu akan aman menetap di Hutan Harapan. Pemindahan tiga ekor gajah Sumatera itu dilakukan bertahap. Tahap pertama pada, Jumat malam hingga Sabtu (6/10/2018) dinihari.

Dalam pemindahan itu, seekor gajah jantan liar ditranslokasi dari Tebo ke areal Hutan Harapan Dusun Ninggal Benih di Kecamatan Mandiangin, Sarolangun. Translokasi melibatkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, sejumlah NGO, KPH, KPHP, Polres Sarolangun, Kodim 0420 Sarko, sejumlah dokter hewanhewan dan tim satwa Hutan Harapan sendiri.

Sebelum dilepasliarkan ke Hutan Harapan, gajah berusia antara 24-26 tahun dengan berat 4,2 ton itu dipasangi GPS collar untuk memudahkan pemantauan selanjutnya. Tiga ekor gajah jinak dari PLG Minas, Riau dimanfaatkan untuk menggiring gajah dewasa itu masuk ke dalam kawasan hutan.

Lokasi pelepasliaran sekitar 135 meter dari pos pengaman Hutan Harapan di hulu Sungai Kapas. Setelah pelepasan pada Sabtu, tim kembali ke Tebo untuk mengamankan seekor gajah betina bernama Karina dan seekor gajah jantan lainnya yang hidup di lanskap Bukit Tigapuluh. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close