Nasional

TGB Sowan ke PBNU, Said Aqil Pesan Jaga Tradisi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sowan ke PBNU, Jakarta, Selasa (10/7). TGB diterima langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Dikutip dari NU Online, TGB berkunjung ke PBNU untuk silaturahim dan menyampaikan terima kasih kepada PBNU atas partisipasi aktif warga NU dalam membantu program-program pemerintahannya selama menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, keduanya membicarakan banyak hal, di antaranya tentang pentingnya mempertahankan tradisi keagamaan yang ada di Indonesia. Said Aqil menolak pihak-pihak yang tidak mengakomodir kebudayaan lokal.

BACA JUGA: Mendagri: Wajar TGB Dukung Jokowi

Menurut Kiai kelahiran Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu, tradisi yang tidak bertentangan dengan syariat seperti tahlilan tidak boleh dihilangkan, bahkan tradisi dapat menjadi sumber hukum.

“Tradisi bisa jadi sumber hukum,” katanya.

Dia meminta TGB agar turut serta menjaga tradisi yang telah berlangsung di Indonesia. “Pertahanankan tradisi,” ucapnya.

BACA JUGA: Gol Bunuh Diri TGB

Sementara itu, TGB dalam akun Instagram mengatakan, pertemuan itu juga membahas ialah kekompakan dan persatuan umat.

“Silaturahim membahas beragam persoalan terkait situasi dan kondisi terkini bangsa yang sedang dinamis pasca-pilkada serentak 2018 dan menjelang Pemilu 2019. Kekompakan dan persatuan umat adalah perhatian besar perbincangan santai kami sore ini,” demikian keterangan gambar.

Dia melanjutkan diskusi menaruh perhatian pada polarisasi dan fragmentasi sebagai residu politik Pemilu 2014 dan Pilkada DKI Jakarta. Diharapkan, Indonesia semakin dewasa dalam kehidupan berpolitik.

“Kami berharap kelancaran dan kedamaian berkat kedewasaan berdemokrasi publik Indonesia yang berlangsung di berbagai wilayah selama Pilkada Serentak 2018, akan berlanjut di Pemilu 2019,” tuturnya.

Selain itu, mereka berharap kedewasaan politik itu tercermin dalam prinsip fastabikhul khoirot (saling berlomba-lomba dalam kebaikan) dan lita’arafu (saling mengenal, berinteraksi, dan belajar).

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close