Kolom Emha

Tetes Ramadlan (18): Puasa, Ideologi, dan Strategi

SUNGGUH sangat tidak mudah menyampaikan pandangan, apalagi menjelaskan, bahwa dimensi nilai puasa bukan hanya klausul hukum syariat dari Allah untuk manusia yang beriman.

Amat sangat jauh rasanya puncak-puncak ilmu, keluasan samudera-samudera pengetahuan, juga komplikasi-komplikasi sikap mental dan sakit jiwa manusia Abad 21 iniā€“untuk kita harapkan bersentuhan dengan kemungkinan bahwa puasa adalah juga puncak ilmu manajemen perekonomian, kematangan arsitektur, filosofi kesehatan, strategi pengelolaan sosial, penyusunan formasi olahraga, genre fenomenologis aransemen musikal dan semua pekerjaan estetika dan artistik, bahkan puasa adalah akar dan landasan ideologi di bidang apapun yang digiati oleh manusia, masyarakat, bahkan Perusahaan dan Negara.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close