Lintas Daerah

Tertutup Awan, Debu Vulkanik Anak Krakatau Sulit Terdeteksi

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Pantauan BMKG Lampung, abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) kadang tidak terdeteksi karena tertutup awan dan statusnya hingga kini masih waspada.

“Kondisi cuaca di GAK selain berawan, arah angin masih ke utara, ” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, Senin (2/7/2018).

Meski demikian, menurut dia, berdasarkan koordinasi dengan ASDP kondisi penerbangan dan penyeberangan dari Bakauheni-Merak sejauh ini masih cukup aman. Sementara, bagi wisatawan harus menghindari GAK sejauh satu kilometer.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda ini kembali erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik pada pukul 07.14 WIB, Senin (25/6/2018). Erupsi mengakibatkan terbangnya abu vulkanik dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak (± 1.305 meter di atas permukaan laut).

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Volcano Observation, ketinggian abu vulkanik sampai 1000 meter, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 300 meter. Anak Krakatau melontarkan abu vulkanik dan pasir, namun erupsi itu tidak membahayakan penerbangan dan pelayaran di Selat Sunda. Selain itu, erupsi juga tidak berbahaya selama berada di luar radius 1 km dari puncak kawah.

Tidak ada perubahan status Gunung Anak Krakatau, yaitu masih tetap Waspada. Status Waspada ditetapkan pada 26 Januari 2012 hingga sekarang. Artinya, aktivitas vulkanik di atas normal sehingga terjadinya erupsi dapat terjadi kapan saja. Tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitasnya di dalam radius 1 km.

Sejak 18 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau memang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, seperti gempa tektonik, vulkanik dan tremor. Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi erupsi. Secara visual terlihat erupsi mengeluarkan abu dan pasir. Tipe letusannya strombolian yang terjadi erupsi secara berkala pada saat itu.

BNPB menyebut, erupsi Gunung Anak Krakatau adalah hal biasa karena masih aktif untuk tumbuh besar dan tinggi. Gunung Anak Krakatau muncul dari permukaan laut pada 1927 dan rata-rata bertambah tinggi 4-6 meter per tahun. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close