Tertinggi di Indonesia, Investasi Kuartal II di DKI Jakarta Capai Rp 30,1 T

Tertinggi di Indonesia, Investasi Kuartal II di DKI Jakarta Capai Rp 30,1 T

JAKARTA, SENAYANPOST.com –  DKI Jakarta mencatat realisasi investasi pada triwulan kedua mencapai Rp 30,1 triliun. Angka ini disebut menempatkan DKI di urutan pertama sebagai Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi se-Indonesia.

“DKI Jakarta meraih realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 30,1 triliun pada triwulan II tahun 2020,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI, Benni Aguscandra, melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/8/2020).

Rincian dari realisasi investasi tersebut berasal dari PMA sebesar US$ 0,8 miliar atau setara Rp 12,2 triliun dengan kurs US$ 1 = Rp 14.400. Sementara, realisasi dari PMDN sebesar Rp 17,9 triliun.

Total, realisasi investasi PMA dan PMDN DKI Jakarta selama semester I tahun 2020 mencapai Rp 50,2 triliun atau berkontribusi 12,5 persen dari total realisasi investasi PMA dan PMDN Nasional sebesar Rp 402,6 triliun. Angka ini, menurut Benni, mengindikasikan masih adanya geliat investasi di ibu kota kendati saat ini tengah dihantam pandemi Covid-19.

Kendati demikian, Benni menyampaikan terjadi penurunan realisasi investasi PMA DKI Jakarta sebesar 10,29 persen pada triwulan II 2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini, kata Benni, disebabkan karena faktor pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia yang mengakibatkan dampak terhadap perekonomian global sehingga terjadi perlambatan kinerja investasi.

“Hal sebaliknya terjadi pada realisasi investasi PMDN DKI Jakarta yang tetap menunjukkan performa positif pada triwulan kedua ini dengan mengalami kenaikan sebesar 10,49 persen bila dibandingkan dengan realisasi PMDN pada periode yang sama tahun 2019 lalu,” ucap Benni.

“Pencapaian ini merupakan bukti bahwa berbagai kebijakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat pandemi Covid-19 menuju masyarakat sehat, aman dan produktif disambut baik oleh para investor dan tetap menciptakan lingkungan berusaha yang kondusif di Jakarta,” tutur Benni.

Dia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta, melalui DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan promosi proyek-proyek potensial kepada para investor. Meski dilakukan dengan adaptasi kebiasaan baru mengikuti protokol pencegahan Covid-19 dan senantiasa menghadirkan inovasi layanan perizinan dan nonperizinan yang memudahkan pelaku usaha untuk membangun bisnisnya di ibu kota.

Benni merinci sektor usaha yang mencatatkan nilai realisasi investasi tinggi dan menarik minat investor dalam menanamkan modalnya di Jakarta.

Bagi investor PMA sektor usaha yang paling diminati adalah perumahan, kawasan industri dan perkantoran dengan nilai realisasi investasi sebesar US$ 308 juta atau berkontribusi sebesar 36 persen dari total realisasi investasi PMA DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2020.

“Sementara sektor usaha transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi sektor yang paling diminati oleh investor PMDN, sebesar dari Rp 6,6 triliun pada Triwulan II tahun 2020.”

Sementara data realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan wilayah kota administrasi, paling tinggi berada di Jakarta Selatan dengan total realisasi investasi sebesar Rp 13,5 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 8,3 triliun dan PMDN sebesar Rp 5,2 triliun.

Kedua, Jakarta Pusat dengan realisasi investasi sebesar Rp 8,8 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 1,7 triliun dan PMDN Rp 7,1 triliun. Ketiga, Jakarta Utara dengan realisasi investasi sebesar Rp 3,4 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 936 miliar dan PMDN sebesar Rp 2,5 triliun.

Keempat, Jakarta Barat dengan realisasi investasi Rp. 2,3 triliun terdiri dari PMA Rp 430 miliar dan PMDN 1,9 triliun. Jakarta Timur dengan realisasi investasi sebesar Rp 2 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 799 miliar dan PMDN Rp 1,2 triliun.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun strategi dan solusi penguatan iklim investasi di Jakarta serta aktif melakukan promosi dalam berbagai forum investasi yang diselenggarakan dengan adaptasi kebiasaan baru dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujarnya.