Hukum

Tersangka Penipuan Umrah PT SBL Bisa Dikenai Pidana 20 Tahun Penjara

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Berkas penyidikan kasus dugaan penipuan jamaah umrah oleh PT Solusi Balad Lumampah (SBL) dengan tersangka Aom Juang Wibowo dan Eri Ramdani sudah dilimpahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat.

“Pemeriksaan penyidikannya sudah rampung, tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Jabar) pada 24 Mei 2017,” ujar Wakil Ditreskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata di Bandung, Jumat (25/5/2018).

Penyidik Ditreskrimsus menerapkan Pasal 63 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan juncto Pasal 55 ayat 1 untuk tersangka.

“Kami kenakan juga Pasal 2 ayat 1 huruf r dan z juncto Pasal 3 juncto Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tndak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” kata Hari.

Dalam kasus yang melibatkan 12.845 calon jamaah umrah PT SBL sebagai korban, tersangka dikenai ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Dalam kasus ini, dari 30.237 jemaah yang sudah mendaftar, PT SBL mengumpulkan uang sebesar Rp 900 miliar. Dari total yang sudah mendaftar, baru 17.383 jemaah yang diberangkatkan.

Sisanya, 12.845 calon jemaah belum berangkat karena diduga uangnya digunakan secara pribadi oleh tersangka.

Selain itu, PT SBL juga memberangkatkan 117 calon jemah haji plus dengan mengeluarkan uang Rp 110 miliar. Total dana terkumpul mencapai Rp 12,87 miliar.

“PT SBL ini menyelenggarakan pemberangkatan umrah dan haji plus menggunakan sistem ponzi yang dilarang pemerintah. Biaya keberangkatan umrah juga tidak wajar,” kata Hari Brata. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close