Hukum

Tersangka Penganiayaan Ustadz di Sidoarjo Derita Psikosomatis

SIDOARJO, SENAYANPOST.com – Polresta Sidoarjo terus mengusut kasus penganiayaan terhadap Imam Salat Maghrib di Masjid Baitul Ridwan Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo pada Senin (2/4) lalu.

Ustadz Tajuddin (60), dipukul dengan menggunakan kapak oleh M Rudiyanto (33), warga Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Tak hanya sekali, pelaku ternyata memukul korban sebanyak tiga kali.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji menegaskan, pihaknya sudah menetapkan pelaku penganiayaan sebagai tersangka dan memeriksa kondisi kejiwaannya pada tim medis.

“Hasil pemeriksaan tim medis, bahwa tersangka M Rudiyanto mengalami gangguan kejiwaan psikosomatis atau depresi berat akibat persoalan diri,” katanya, Rabu (4/4/2018).

Karena itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tersangka untuk jangka tertentu, apakah ada perkembangan baik atau masih tetap.

“Sejauh ini kami masih tetapkan sebagai tersangka, dan terus kita sidik dan evaluasi perkembangannya,’ katanya.

Menurut Kapolresta, korban penganiayaan saat ini sudah membaik dan menyadari kalau pelaku memiliki gangguan psikis sehingga bisa memaklumi.

“Yang jelas, kondisi korban membaik, dan situasi wilayah kondusif,” tegasnya.

Sementara Tajuddin mengungkapkan bahwa kejadian pemukulan itu terjadi tepatnya ketika memasuki rakaat kedua, tepatnya saat takhiyat awal.

“Saat takhiyat awal kepala saya tiba tiba dibukul dari belakang berkali kali,” kata Tajuddin.

Tahu dipukul, Tajuddin reflek dengan menangkis pukulan bertubi-tubi pelaku menggunakan kapak berukuran kecil tersebut.

“Kata jamaah di belakang saya, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dan langsung menuju depan dengan cara menerobos shaf dan memukul kepala saya tiga kali katanya orang orang itu,” paparnya.

Mengetahui pemukulan tersebut jamaah bubar dan langsung mengamankan pelaku itu.

“Saya ya sempat kasian, pelaku diamankan warga dan sempat dihajar warga. Insaallah orangnya (pelaku red) ini sakit,” pungkas Tajuddin.

Ketua GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali prihatin atas adanya kasus penyerangan ulama ini.

Rizza menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser Sidoarjo akan mengawal kasus ini hingga benar-benar terkuak motif pelaku menyerang ulama ini.

“Kami meminta Polresta Sidoarjo atau Polda Jatim untuk mengusut tuntas apa motif pelaku melakukan penyerangan ini. Pelaku katanya ada gangguan jiwa, benar tidaknya hal itu, kami serahkan ke pihak Polisi untuk mengungkap kasus ini,” harap pria yang akrab di sapa Gus Rizza.

Lebih jauh Gus Rizza meminta agar sahabat sahabat Ansor dan Banser serta Masyarakat umumnya untuk menahan diri serta tidak terprovokasi atas adanyan kasus ini.

“Kita jangan sampai terprovokasi, kasus ini kita serahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian agar kasus ini segera terungkap apa motif pelaku menyerang ulama ini,” pungkasnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close