Hukum

Tersangka Kasus Gratifikasi Pilkada Garut Masih Terima Honor

GARUT, SENAYANPOST.com – Tersangka kasus gratifikasi Pilkada Garut, Ade Sudrajat, masih menerima honor atau uang kehormatan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut sebesar Rp11 juta per bulan.

“Uang kehormatan saja, kalau dana perjalanan sudah tidak, besarnya Rp11 juta, dia sudah menerima dua kali (dua bulan),” kata Sekretaris KPU Garut Ayi Dudi Supriadi di kantor KPU Garut, Rabu (25/4/2018).

Ia mengatakan walaupun kasusnya sudah ditangani oleh kepolisian, secara administrasi, komisoner yang tersandung hukum itu diberhentikan sementara, atau tidak dapat melaksanakan tugasnya di KPU.

“Secara administrasi anggota komisoner yang sedang bermasalah kasus hukum sesuai aturan diberhentikan sementara,” katanya.

Pemberhentian sementera itu dilakukan sambil menunggu keputusan hukum secara tetap dengan batas waktu sampai 60 hari, jika belum selesai akan ditambah 30 hari.

Namun dari waktu yang sudah ditetapkan itu, kata dia, belum ada putusan hukum maka sesuai aturan tentang semua fasilitas termasuk uang kehormatan bagi Ade Sudrajat akan dihentikan.

“Kalau belum ada keputusan yang tetap sesuai waktu yang ditentukan, maka semua fasilitas tidak diberikan,” katanya.

Terkait kekosongan anggota KPU Garut itu, kata dia, digantikan tugasnya oleh komisioner divisi lain untuk menjalankan tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada Garut.

“Untuk tugasnya dibebankan ke Haji Juju (komisioner KPU Garut) jadi tugasnya dobel untuk masalah keuangan dan logistik,” katanya.Budi Suyanto. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close