Lintas Daerah

Terpisah dari Rombongan, Jamaah Haji Asal Sumsel Hilang di Muzdalifah

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Tapsirin Wajat Ratam (82) jamaah haji asal Palembang yang terpisah dari rombongan sejak 10 Agustus 2019 di Muzdalifah sampai saat ini belum diketahui keberadaannya terus dilakukan oleh seluruh petugas haji di Tanah Suci.

Kakanwil Kementerian Agama Sumatera Selatan, HM Alfajri Zabidi, melalui Humas Saefudin Latif, di Palembang, Sabtu membenarkan adanya seorang jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang 11 yang hilang karena terpisah dengan rombongan.

“Jamaah haji itu atas nama Tapsirin Wajat Ratam,” ujarnya, di Palembang, Sabtu (31/8/2019).

Pihaknya terus melakukan pencarian atas hilangnya jamaah yang tinggal Talang Jambe Palembang tersebut. Pencarian sendiri dilaksanakan baik di rumah sakit maupun posko kesehatan di Arab Saudi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Jaetul Muchlis, menjelaskan bahwa pencarian Tapsirin dilakukan bertahap.

“Tahap awal, petugas kloter bersama jamaah pada malam itu juga melakukan pencarian hingga pukul 07.30 waktu setempat pada 11 Agustus 2019,” katanya, di Mekkah.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri wilayah maktab 50 sampai 60, namun belum ada hasil. Karena belum ditemukan, siang harinya TPHD (Tim Petugas Haji Daerah) Kloter PLM 11 melaporkan masalah Tapsirin ke petugas di tenda Misi Haji Mina.

Tapsirin merupakan anggota jamaah haji asal Palembang dari kloter 11 embarkasi Palembang (PLM 11) dan ia terpisah dari rombongan sejak di Muzdalifah, tepatnya saat pemberangkatan menuju Mina.

Saat bus akan berangkat, Tapsirin izin ke toilet. Sejak itu, warga Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame Palembang, Sumatera Selatan ini tidak tampak. Padahal Kloter PLM 11 sudah mendarat di Tanah Air pada Selasa, 27 Agustus 2019.

Para petugas sudah melakukan pencarian sejak anggota jamaah tersebut dilaporkan terpisah dari rombongan. Laporan tentang Tapsirin segera ditindaklanjuti petugas perlindungan jamaah Satgas Mina.

Mereka menyusuri seluruh toilet di Muzdalifah, tenda Mina, sepanjang jalur Jamarat hingga ke Masjidil Haram. Namun, Tapsirin belum juga diketemukan hingga berakhirnya masa operasional di Mina pada 14 Agustus 2019.

“Kami bahkan melakukan penyisiran dengan berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina sejauh 7 km,” tutur Jaetul.

Tahap selanjutnya, pencarian dialihkan ke hotel-hotel jamaah kloter Palembang. Sebab, sempat beredar kabar bahwa Tapsirin telah kembali ke hotel. Namun, setelah dikonfirmasi kepada keluarga dan rombongannya, informasi tersebut tidak benar.

Menurut Jaetul, pencarian terus dilanjutkan setiap hari. Upaya ini dilakukan antara lain ke sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) yang ada di sekitar kawasan Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Misalnya, RSAS East Arafah, Mina Al Wadi, General Hospital Arafah, Mina Emergency, Mina Jisir, Security Force Hospital. Kantor Polisi Mina di daerah Awali juga didatangi. Sayangnya, hasilnya masih nihil.

Pencarian kemudian diperluas ke seluruh bagian RSAS di Makkah, mulai dari ruang rawat, instalasi gawat darurat, sampai kamar mayat. Pencarian di rumah sakit bahkan sampai ke wilayah Thaif yang berjarak lebih dari 85 dari Kota Mekkah. Namun, Tapsirin belum juga ditemukan.

PPIH lantas melibatkan pihak berwenang di Arab Saudi. Data Tapsirin sudah disampaikan ke kepolisian, imigrasi, maktab, serta Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Jaetul memastikan bahwa proses pencarian terus dilakukan sampai akhir operasional haji. “Semoga Tapsirin segera diketahui keberadaannya,” harap perwira menengah TNI AU itu.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close