Media SosialTerorisme

Teroris Beralih ke Medos untuk Komunikasi

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Sulit terdeteksi dan terlacak, kalangan pelaku aksi-aksi teror dan pengendali, meninggalkan komunikasi menggunakan website dan beralih ke media sosial (medsos).

Kepala Pusat Studi Forensika Digital Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Yudi Prayudi, Selasa (15/5/2018) di Kampus Terpadu Jalan Kaliurang KM-14, mengatakan, adanya perpindahan ini diketahui bahwa kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua beberapa waktu lalu, serta ledakan di Surabaya, terungkap informasi penting jika kedua peristiwa itu didukung oleh aktivitas yang nyata dari pelaku dan jaringannya dalam media sosial.

Yudi menegaskan, melawan terorisme yang bergerak di dunia siber dapat diibaratkan berperang melawan bayangan, karena pergerakan, strategi, sasaran dari pihak lawan, serba menduga dan menebak

Menurut dia, medsos memiliki sifat anonim, memiliki cakupan luas tanpa batas, mudah dan murah, serta ada sebagian platform medsos menyediakan layanan tambahan atau API yang memungkinkan peningkatan kinerja sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Media sosial, imbuhnya, oleh kalangan teroris dan kaum radikalis ini banyak dimanfaatkan untuk aktivitas-aktivitas yang antara lain rekrutmen dan mobilisasi, membangun jejaring komunikasi terbatas sesama pelaku, sharing informasi baik penyebaran paham dan ideologi serta perencanaan dan koordinasi, penggalangan dana serta perang urat syaraf dan propaganda.

Menurut dia, pergerakan teroris di dunia nyata dengan mudah dapat dipantau, dideteksi dan diikuti oleh aparat keamanan, namun pergerakan mereka di dunia siber sulit dideteksi.

“Memang bisa tetapi sulit,” katanya.

“Penerapan sifat anonim terhadap setiap aktivitas di ruang siber dapat dilakukan dengan mudah, serta media sosial juga memungkinkan untuk melakukan profiling terhadap seseorang  hingga pelaku dapat memberikan fokus target sasaran,” katanya.

Hal itu, menurut dia berbeda jika dengan menggunakan situs-situs yang secara mudah akan diketahui siapa-siapa di balik situs itu.(AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close