NasionalTak Berkategori

Terobosan Kemenag, Jamaah Haji Sekarang Bisa Cetak Visa Sendiri

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan terobosan untuk melayani jamaah haji. Di antaranya mulai tahun ini jamaah haji Indonesia bisa mencetak visa secara mandiri.

Visa haji yang dicetak jamaah akan tetap dianggap dokumen resmi jika terverifikasi di sistem Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi.

“Jamaah bisa secara mandiri memeriksa proses penerbitan visa haji mereka melalui laman http://visa.mofa.gov.sa. Di laman itu jamaah tinggal memasukkan nomor paspor mereka atau nama depan untuk mengetahui sejauh mana visa mereka telah diproses,” kata Kasi Pemvisaan Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen Penye lenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Akhmad Jauhari di Jakarta, Rabu (4/7/2018) .

Dia menerangkan, setelah me masukkan nomor paspor atau nama depan, jamaah nanti diarahkan untuk proses selanjutnya. Jika pengajuan visa haji telah disetujui, jamaah bisa mengakses dokumen digital visa mereka dan mencetaknya.

“Di-print berapa pun resmi. Karena yang diperiksa bukan fisik, tetapi catatan data di sistem komputer,” katanya.

Proses ini, kata Akhmad Jauhari, akan sangat membantu para jamaah untuk mengetahui kepastian soal visa haji mereka. Kemampuan mencetak sendiri juga bisa menghindarkan kehilangan dokumen. Sejauh ini, me nurut Jauhari, belum ada kendala berarti dalam proses pengajuan visa haji ke Kedutaan Besar Arab Saudi.

Kendati demikian, ditemukan kasus perbedaan ejaan nama dalam paspor yang diajukan untuk proses visa dengan nama yang digunakan saat mendaftar. Hal tersebut, kata Jauhari, bisa diselesaikan dengan menghadirkan jamaah dan mendatangkan saksi-saksi untuk memastikan identitas jamaah terkait.

Kendala selanjutnya yang sejauh ini baru ditemukan satu kasus, yakni persoalan jenis paspor. Menurut Jauhari, kebanyakan paspor terbitan lama tidak bisa terbaca sistem pemindaian e-hajj.

Sementara petugas di Kemenag tak difasilitasi pengisian data manual.

“Solusinya, ketika ada paspor yang tak bisa dibaca sistem, kita konfirmasi ke operator sistem e-hajj di Jeddah untuk meng-input data manual,” kata Jauhari.

Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen PHU Kemenag hingga Selasa (3/6) petang mencatat sebanyak 8.861 visa haji telah diterbitkan pihak Arab Saudi.

Sementara dokumen yang sudah diterima sebanyak 163.236 dari total kuota jamaah haji Indonesia se banyak 221.000 orang. Sementara dokumen yang sudah masuk tahap pengelompokan sebanyak 139.248 dari yang telah diverifikasi sebanyak 142.683 pengajuan. Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen PHU Kemenag Nasrullah Jasam menargetkan setiap hari bakal diselesaikan 8.000-10.000 visa haji.

Dengan rata-rata tersebut, dia mengharapkan saat kloter pertama diberangkatkan pada 17 Juli nanti, visa untuk sekitar 40.000 jamaah dari 70 hingga 100 kloter sudah disetujui pihak Arab Saudi. Total kloter yang diberangkatkan dari Indonesia tahun ini sebanyak 278 kloter.

Nasrullah optimistis keterlambatan penerbitan visa haji seperti tahun lalu tak terulang sebab pihak Kemenag telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya dengan menempatkan 33 petugas di Kedutaan Besar Arab Saudi.

“Begitu ada persoalan seperti kesalahan input nama, para petugas akan langsung menyelesaikan secepatnya. Kami berusaha semaksimal mungkin dengan belajar dari pengalaman tahun lalu,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close