Kriminal

Ternyata, Ratu Sekte Sesat Kerajaan Ubur-ubur Idap Gangguan Jiwa

23/59

Ternyata, Ratu Sekte Sesat Kerajaan Ubur-ubur Idap Gangguan Jiwa

ratu kerajaan ubur-ubur, Polres Serang Kota

SERANG, SENAYANPOST.com – Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengungkapkan, Ratu Kerajaan Ubur-ubur, Aisyah Tusalamah, mengalami gangguan jiwa berat.

Penegasan kondisi psikologis Ratu Kerajaan Ubur-ubur ini, menurut Komarudin, diputuskan oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta Barat.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengungkapkan, menuturkan vonis terhadap Aisyah diputus setelah pihak

“RSJ memastikan putusan itu setalah melakukan pemeriksaan psikologis selama 21 hari. Terperiksa (Aisyah) saat ini menunjukkan ada gangguan jiwa berat (psikosis),” kata AKBP Komarudin, Jumat (14/9/2018).

Ia menambahkan, terperiksa tidak mampu untuk bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perbuatannya.

Komarudin mengungkapkan Aisyah diperiksa oleh tiga dokter RSJ Grogol, yakni Safitri Wulandari, Agung Frijanto, Endah Tri Lestati.

Hasil pemeriksaan RSJ Grogol itu memperkuat hasil pemeriksaan awal oleh RSUD Serang yang menyatakan Aisyah mengalami depresi berat.

Tim dokter RSJ Grogol merekomendasikan agar Aisyah Tusalamah, sang ratu kerajaan sekte sesat itu menjalani pengobatan untuk gangguan jiwanya.

“Untuk mengantisipasi gangguan isi pikir yang dimilikinya, harus dilakukan pengobatan optimal,” kata Komarudin.

Kasus Ratu Kerajaan Ubur-ubur mencuat pada awal Agustus lalu. Saat itu polisi membubarkan dan memproses para anggota Kerajaan Ubur-ubur karena dugaan mempraktikkan aliran sesat.

Kerajaan Ubur-ubur mempercayai Nabi Muhammad berjenis kelamin wanita dan bisa mencairkan uang dalam jumlah besar di sejumlah bank.

Kata Komarudin pihak kepolisian saat ini berencana melakukan konsultasi hukum terkait kasus dugaan penistaan agama. Polisi juga menunggu hasil persidangan untuk memutuskan kelanjutan kasus Kerajaan Ubur-ubur.

“Kami selaku penyidik berkoordiasi dengan ahli pidana terait permasalahan ini. (Apakah) proses akan dilanjutkan sampai ada keputusan dari pengadilan,” jelasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close