TNI

Ternyata Ini Alasan Lomba Renang Lintasi Selat Sunda Versi Komandan Maritim

SEMARANG, SENAYANPOST.com – Memperingati HUT ke-72 Korps Marinir, awal bulan ini, digelar lomba renang dan dayung melintasi Selat Sunda.

Ternyata, ini alasan pelaksanaan kegiatan itu menurut Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal Bambang Suswantono.

Selain untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, lomba itu ternyata untuk memberi “pesan” ke negara tetangga.

“39 km itu bukan sepele. Renang melintasi Selat Sunda dengan jarak tempuh 9,5 jam itu tidak mudah,” ujar Bambang di sela kuliah umum di Politeknik Maritim Negeri Semarang, Kamis (29/3/2018).

Pria kelahiran Semarang ini mengatakan, lomba renang melintasi Selat Sunda juga ditujukan untuk membuat gentar negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia.

Marinir pun, kata dia, bisa kapan saja menyeberangi selat, apalagi selat dengan jarak yang tidak terlalu panjang.

Keuntungan lainnya, kata dia, ketika marinir berenang melintasi selat tidak akan terdeteksi karena tidak membawa perangkat logam.

“Sengaja dilaksanakan agar gentar negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Selat Malaka itu (panjangnya) hanya 10 km. Ada 300 marinir saja yang berenang (di sana) bisa bahaya,” kata Bambang.

“Mereka berenang enggak bisa dideteksi karena enggak bawa logam,” ucapnya.

Dengan kemampuan berenang itu, marinir menjadi prajurit yang perlu diwaspadai. Terlebih lagi, sambung mantan Komandan Paspampres itu, dua prajurit TNI AL Usman dan Harun berhasil menyusup ke Singapura saat perang di infiltrasi masa lalu.

“Kalau bisa nyebrang itu menjadi berat bagi Singapura,” sambung Bambang.

Oleh karena itu, para taruna di Semarang diminta untuk bersungguh-sungguh. Para prajurit seperti Usman dan Harun bukan seorang perwira, melainkan prajurit tamtama.

“Singapura masih trauma dengan Usman dan Harun. Mereka komplain (soal penamaan KRI), tapi ini soal kedaulatan bangsa,” ucapnya.

Terkait lomba renang dan dayung itu, Bambang menyatakan, pihak marinir telah mempersiapkan berbagai hal, termasuk melibatkan tim SAR untuk proses evakuasi.

“Renang 9,5 jam itu tanpa henti, berangkat jam 9 malam. Itu melewati arus yang hebat. (Prajurit) kadang gagal karena hipotermia, kedinginan, tapi kita siapkan SAR untuk evakuasi,” tambahnya.

Lomba renang melintasi Selat Sunda itu diikuti oleh 290 marinir dari berbagai satuan. Mereka dilepas oleh Laksamana TNI AL Ade Supandi di Dermaga Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya di Bakauheni, Lampung.

Kopda Marinir Budi Santoso dari satuan Yontaifib-2 Marinir keluar sebagai juara setelah menyentuh garis finis pada Sabtu sekitar pukul 07.05 WIB. Kopda Budi berenang selama 9 jam, 29 menit, 56 detik. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close