InternasionalTak Berkategori

Terkait Racun, Rusia Selidiki Serangan Terhadap Yulia Skripal

MOSKOW,  SENAYANPOST.com — Terus berlanjut dan terasa semakin rame soal ganasnya racun yang mendera Sergei Skripal dan keluarganya. Tak hanya antara Inggris dan Rusia yang semakin berisik, namun dunia juga mulai terusik.

Untuk itu, Rusia membuka penyelidikan terhadap percobaan pembunuhan terencana terhadap Yulia Skripal. Yulia adalah putri dari mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, yang diracun dengan zat saraf Novichok di Inggris.

“Komite investigasi, yang melapor langsung kepada Presiden Vladimir Putin, membuka sebuah kasus berdasarkan “percobaan pembunuhan berencana terhadap warga Rusia nasional Yulia Skripal,” demikian bunyi sebuah pernyataan seperti dikutip dari France24, Sabtu (17/3/2018).

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan ayah Yulia Skripal, Sergei, yang juga berada dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah diracuni oleh zat saraf yang dibuat era Uni Soviet itu.

Selain menyelidiki serangan racun terhadap Yulia, komite investigasi Rusia juga akan menyelediki kasus kematian Nikolai Glushkov. Glushkov adalah mantan wakil direktur jenderal di maskapai Aeroflot dan rekan dari musuh Kremlin Boris Berezovsky.

Kedutaan Besar Rusia di London telah meminta rincian kematian Glushkov kepada pihak berwenang Inggris. Glushkov tewas di pinggiran New Malden, London.

Glushkov adalah rekan dari Berezovsky, pendukung Putin yang kemudian berbalik melawannya. Berezovsky sendiri ditemukan tergantung di kamar mandi di rumahnya di luar London pada tahun 2013.

Glushkov telah menerima suaka politik di Inggris setelah ditahan dalam penahanan pra-peradilan dan dihukum di Rusia karena melakukan pencucian uang dan penipuan.

Glushkov ditemukan tewas di rumahnya di London pada 12 Maret, beberapa hari setelah serangan racun Skripal dan putrinya.

Inggris telah menuduh pemerintah Rusia bertanggung jawab atas serangan racun yang terjadi pada Skripals. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson bahkan mengatakan bahwa “sangat mungkin” bahwa Putin sendiri yang memerintahkan serangan tersebut.

“Perselisihan kami adalah dengan Kremlin dan Putin, dan dengan keputusannya, dan kami pikir sangat mungkin keputusannya, untuk mengarahkan penggunaan zat saraf di jalanan Inggris, di jalan-jalan di Eropa, untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua,” tuding Johnson.

Juru bicara Putin telah mengecam komentar Johnson sebagai aksi diplomatik yang mengejutkan dan tidak dapat dimaafkan. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close