Terjungkalnya Dua Kapolda karena Kompetisi Internal Polri atau Kasus Rizieq?

Terjungkalnya Dua Kapolda karena Kompetisi Internal Polri atau Kasus Rizieq?
Nana Sudjana dan Rudy Sufahriadi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Belum lama ini Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Jawa Barat.

Alasan yang disampaikan Mabes Polri, keduanya dianggap tidak profesional dalam rangka penanganan pandemi, terutama terkait aksi massa pendukung Rizieq Shihab.

Menurut pengamat politik dan pemerintahan Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Hariyadi, penggantian kedua Kapolda ini sangat  kental dengan nuansa 'Internal Power Struggle' atau kompetisi internal Polri, menjelang pergantian pucuk pimpinan.

"Pertama dianggap tidak profesional, kedua memang mutasi reguler, karena ada mutasi secara besar-besaran. Ketiga terkait kompetisi dalam internal Polri terutama dalam pergantian Kapolri di awal 2021 nanti," kata Ade Reza Hariyadi, Rabu (18/11/2020).

Ia menambahkan, biasanya posisi strategis Kapolda di wilayah Jawa terutama DKI Jakarta sangat memiliki peluang besar untuk melaju menjadi pucuk pimpinan. 

Dalam sejumlah pengalaman, Kapolda Metro Jaya itu biasanya tangga emas menuju pucuk pimpinan Polri. Tentu mutasi yang terjadi demikian cepat, wajar jika kemudian diasumsikan terjadi kompetisi internal Polri.

Ade menilai, kombinasi antara momentum terkait penerapan kebijakan pembatasan sosial yang juga didukung dua peristiwa yang cukup menarik perhatian khalayak bertemu dengan kompetisi internal di tubuh Polri.

"Ini saling bersautan, sehingga menghasilkan suatu kebijakan perombakan besar-besaran. Aspek politik saya kira cukup kuat, karena kalau hanya pelanggaran PSBB, saya kira terlalu sederhana dan menghilangkan prestasi dua kapolda ini," katanya. 

Sebelumnya Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menegaskan pencopotan itu merupakan rentetan dari acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di markas Front Pembela Islam (FPI) serta kehadiran Habib Rizieq di Mega Mendung yang menciptakan kerumunan massa. 

Menurut Donny, sebagai pimpinan di dua daerah yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat, Irjen Nana Sudjana dan Irjen Rudy Sufahriadi tidak bisa menegakkan protokol kesehatan di daerahnya masing-masing dan dapat berakibat fatal bagi keselamatan masyarakat. (Jo)