Politik

‘Terhipnotis’ Trah Soeharto, Priyo Budi Gabung Partai Berkarya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Politikus Priyo Budi Santoso mengaku telah berpisah dengan Golkar dan resmi bergabung dengan Partai Berkarya. Priyo menjabat sebagai sekretaris jendral (Sekjen) partai pimpinan putra mantan presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto sejak Jumat (6/4/2018).

“Saya diminta sekitar dua minggu lalu, tapi formal diteken sebagai formatur tunggal baru hari Jumat kemarin,” kata Priyo di PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar itu mengaku telah meninggalkan Golkar meski belum bertemu dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto untuk menyatakan kepindahannya ke Partai Berkarya.

Priyo menyatakan berencana menemui Airlangga dalam waktu dekat untuk membicarakan pengunduran dirinya.

“Saya bertemu rekan Golkar di sini (PP Muhammadiyah) dan saya titip salam mau ketemu mas Airlangga ketum,” kata dia.

Meski begitu, Priyo mengaku telah direstui kepindahannya oleh tokoh senior Golkar seperti Akbar Tandjung dan BJ Habibie.

Dia juga berencana akan bertemu dengan Aburizal Bakrie dan juga Jusuf Kalla dalam waktu dekat.

“Pak Habibie juga, saya gembira beliau sudah menjawab WhatsApp saya dan beliau merestui sepenuhnya. Pak Habibie senang saya bergabung dengan pak Tommy Soeharto,” ungkapnya.

Priyo mengaku telah terhipnotis oleh sosok Tommy dan trah Soeharto sehingga langsung menyetujui tawaran untuk bergabung ke partai tersebut.

Selain itu ia juga mengatakan ada kesamaan visi dan misi soal NKRI dan keragaman antara Partai Berkarya dan Golkar.

“Tapi yang membedakan antara Golkar adalah Partai Berkarya ini murni dipimpin oleh trah Soeharto. Ini yang ikut menghipnotis saya,” ungkapnya.

Priyo menyebut Partai Berkarya memiliki target melenggang ke DPR dengan perolehan 78 kursi atau 13,75 persen secara nasional.

Ia juga mengatakan, partainya akan meraih target satu kursi per daerah pemilihan (Dapil) di setiap tingkatan di pemilihan legislatif 2019 mendatang.

“Targetnya 1 kursi per dapil di tiap tingkatan. Ini ambisius, boleh dong untuk kepentingan partai,” kata dia.

Selain itu, Priyo mengakui akan memakai strategi menggaungkan kerinduan terhadap zaman Soeharto di tengah-tengah masyarakat di kampanye di Pileg 2019 mendatang. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang rindu terhadap kiprah penguasa Orde Baru itu

“Kita akan gaungkan slogan penak zamanku toh sebagai antusiasme dari masyarakat luas terutama kalangan bawah banyak yang rindu zaman pak Harto menggema kembali,” pungkasnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close