Tak Berkategori

Terbongkar, Hoax Kartun yang Dikaitkan dengan 700 KPPS Meninggal

JAKARTA, SENAYANPOST.com  – Kantor berita Prancis, Agence France-Presse (AFP) membongkar hoax soal gambar kartun dari media Prancis yang diklaim menggambarkan pemilu Indonesia tahun ini yang diwarnai meninggalnya petugas KPPS. Kartun itu sebenarnya merupakan karya seorang kartunis asal Suriah.

Seperti dikutip dari AFP Fact Check, Sabtu (20/7/2019), hoax yang beredar luas di media sosial, khususnya Facebook, mengklaim kartun itu karikatur dari media Prancis yang membahas soal kematian petugas KPPS di Indonesia. Ditegaskan AFP Fact Check bahwa klaim itu salah.

Kartun yang menampilkan mayat-mayat dibuang ke dalam lubang untuk menjadi jalan bagi seorang pria menuju kursinya, merupakan karya seorang kartunis Suriah yang sebenarnya sudah beredar secara online sejak tahun 2012 lalu.

Hoax soal kartun ini diketahui dipublikasikan via Facebook pada 2 Juli 2019 oleh salah satunya akun bernama Dhana Iswary Zaa. Postingan hoax itu telah dibagikan lebih dari 1.800 kali.

“Gambar karikatur di media prancis, tentang pilpres Indonesia 2019 yang menelan korban jiwa kpps 700 orang..,” demikian bunyi keterangan yang menyertai kartun tersebut.

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia mencapai angka 486 orang.

Ditegaskan AFP Fact Check bahwa kartun yang diklaim dibuat media Prancis soal pilpres Indonesia itu, sebenarnya digambar oleh kartunis asal Suriah bernama Ali Ferzat, yang juga dikenal sebagai Ali Farzat. Dia dikenal kritis terhadap rezim Suriah dan rezim diktator lainnya di Arab.

Kartun itu diketahui telah dipublikasikan dalam situs resmi Ferzat dalam kategori ‘rezim Arab’.

Kartun itu juga dipublikasikan dalam profil Ferzat yang diulas outlet berita Denmark, Information, pada 10 Desember 2012. Ulasan itu diberi judul: “Jika ada hal yang ditakutkan diktator, itu adalah ditertawakan.”

Kartun yang sama juga dipublikasikan dalam bagian galeri foto untuk karya-karya Ferzat oleh Sky News Arabia pada 11 April 2012. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close