Ekonomi

Terbelit Korupsi, Ini Penjelasan Sofyan soal PLTU Riau-1

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Proyek pembangunan PLTU Riau-1 diduga diwarnai dengan praktek kotor korupsi. Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih ditangkap KPK, Jumat (13/7) lalu lantaran dia diduga menerima suap Rp4,8 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

KPK menduga uang itu merupakan suap terkait pembangunan PLTU Riau 1.

Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir menjelaskan, proses pengadaan PLTU Riau-1 bermula dari penunjukkan langsung PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) untuk mengerjakan proyek ini. PJB adalah anak usaha PLN di bisnis pembangkit listrik.

“Ini penunjukan langsung ke anak usaha. Nilai investasinya kira kira USD900 juta,” ujar Sofyan di Jakarta, Senin (16/7/2018).

PJB kemudian memilih mitra dan membentuk konsorsium untuk proyek ini, salah satu mitra yang dipilih PJB adalah Blackgold yang diduga memberi suap ke Eni Saragih.

Konsorsium yang dibentuk terdiri dari PJB, Blackgold Natural Resources Limited, PT PLN Batubara (PLN BB), PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), dan China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC).

PJB menguasai 51 persen saham proyek PLTU Riau 1 dan sisanya 49 persen saham dimiliki mitra-mitranya.

“Share saham 51 persen punya anak usaha PLN (PJB). Sisanya 49 persen total konsorsium,” terangnya.

PLTU Riau-1 dijadwalkan akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2024. Kapasitasnya sebesar 600 MW. PLTU ini akan dibangun di Kecamatan Penarap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Saat ini PLTU Riau-1 masih dalam tahap pengadaan. Pada Januari lalu, PLN baru saja memberikan Letter of Intent (LOI) ke Blackgold untuk mendapatkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) PLTU Riau-1.

Proyek belum dipastikan akan berjalan karena PPA belum ditandatangani.

“Masih LOI. Proyek ini juga belum putus kok, belum selesai. Masih dalam tahap pelaksanaan, jadi belum finish. Belum ada apa apa, mulut tambang belum dibeli. Terus kesepakatan operasi sekian tahunnya itu belum sepakat. Itu kan harus clear,” jelasnya.

Untuk sementara, proyek PLTU Riau-1 akan dihentikan karena adanya kasus hukum.

“Nah, ini kita break dulu, bagaimana aspek legalnya kita selesaikan dulu,” ucapnya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close