Temukan 319 Kasus Difteri, Dinkes Jatim Tak Nyatakan KLB

19:34
140
SURABAYA, SENAYANPOST.com - Kendati ditemukan 319 kasus difteri di Jawa Timur (Jatim) dan 12 penderita di antaranya meninggal dunia di tahun 2017, namun Din
Kadinkes Jatim

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Kendati ditemukan 319 kasus difteri di Jawa Timur (Jatim) dan 12 penderita di antaranya meninggal dunia di tahun 2017, namun Dinas Kesehatan Jatim masih belum menetapkan Kejadian luar biasa (KLB).

Dinkes Jatim mengakui bahwa terbanyak penyebaran virus difteri di Jatim itu ada di Kabupaten Pasuruan.

“Untuk peta lokasi, ada 187 lokasi (tingkat Desa atau Kelurahan) yang tersebar di 35 Kabupaten yang penduduknya terinfeksi difteri. Kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Pasuruan dengan jumlah kasus 44. Kalau dinyatakan KLB tidak ya datanya masih tinggi tahun lalu,” ungkap Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, Kamis (7/12/2017).

Meski masih belum menyatakan KLB tapi Dinas Kesehatan Jatim masih tetap melakukan kewaspadaan salah satunya dengan cara mendeteksi kasus difteri baru, bersama Dinkes Kabupaten/Kota melakukan penyelidikan epidemiologi.

“Memang di Jatim masih ada masih kasus Difteri, dan penyelidikan itu untuk mengetahui jumlah atau banyaknya kasus difteri,” terang Kohar.

Jika merujuk data Dinkes, kasus difteri pada 2017 menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di mana pada 2016 lalu mencapai 352 kasus dan menyebabkan 7 orang meninggal.

“Dan Kabupaten Pasuruan merupakan wilayah terbanyak dengan jumlah 46 kasus dan didominasi menyerang anak-anak. Dari total semua kasus menyerang usia di bawah 15 tahun,” urainya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga telah merumuskan langkah-langkah pencegahan KLB. Mulai gencar melakukan sosialisasi waspada diteri, maupun mendeteksi kasus baru.

“Namun apabila kasus yang ada terus meningkat kami nyatakan Kejadian Luar Biasa, tapi itu kami juga telah terus memprogramkan pemberian imunisasi baik imunisasi seperti difteri, pertusis dan tetanus atau DPT. Imuniasi DPT sebagai satu bentuk vaksinasi wajib diberikan balita,” terangnya.

Untuk diketahui, Difteri merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan bakteri. Dan bakteri ini bisa menyebar dengan cepat hanya dengan waktu 7-10 hari. Jika tidak segera diobati, penyakit ini menyebabkan kematian. (AF)

Comments

comments