Kriminal

Tembak Adik Ipar, Wakapolres Lombok Tengah Diserahkan ke RS Jiwa

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kapolda Sumatra Utara Irjen Paulus Waterpauw, mengungkapkan, Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal (41) masih menjalani masa orientasi di Rumah Sakit (RS) Jiwa Medan.

Menurut Paulus, perilaku Fahrizal berubah setelah menembak mati adik iparnya, Jumingan.

“Sudah terindikasi dan hasil rekomendasi dokter ada sedikit gangguan jiwa,” kata Paulus Waterpauw, di Komplek PTIK, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Ia menambahkan, jadi sekarang sudah kita titipkan di rumah sakit jiwa untuk diorientasi selama kurang lebih dua atau tiga minggu.

Menurut Paulus, perkembangan kejiwaan Fahrizal terus mengalami perubahan. Bahkan tingkah aneh juga terjadi saat menjalani pemeriksaan dengan tim dari Polwan.

“Dia rasakan memang tidak ada penyesalan, kemudian membenarkan perbuatannya itu, terus beberapa kali perubahan tingkah laku, saat itu diperiksa polwan malah telanjang,” ungkap Paulus.

Meski demikian, hasil resmi pihak dokter kejiwaan bakal jadi patokan penyidik melanjutkan proses pidana atau tidak. Bila kondisi jiwa terus memburuk, Fahrizal hanya bakal menjalani pengawasan di RS Jiwa.

“Ini kan baru indikasi (sakit jiwa), kepastiannya kan ahli yang bicara bukan kita. Artinya dari perubahan tingkah laku dia itu dokter merekomendasi segera dibawa ke RS khusus jiwa untuk diorientasikan, kita tunggu saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Fahrizal menembak mati adik iparnya, Jumingan, di rumah orangtuanya di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Sumut, Rabu, 4 April 2018 malam.

Tersangka meletuskan senjata sebanyak enam kali hingga korban tewas. Jasad Jumingan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi. Kemudian Fahrizal menyerahkan diri ke Polda Sumut.

Fahrizal saat ini menjabat Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya dia menduduki sejumlah posisi di jajaran Polda Sumut, seperti Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, Kasat Reskrim Polresta Medan, kemudian menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, sebelum akhirnya menempuh pendidikan Sespim. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close