InternasionalTerorisme

Teman Tersangka Pelaku Penembakan di Munich Ditangkap

Munich

Kepolisian Kota Muenchen, Jerman, menangkap teman David Ali Sonboly, tersangka pelaku penembakan yang menewaskan sembilan orang di sebuah pusat perbelanjaan, pada Jumat (22/07).

Remaja Afghanistan berusia 16 tahun itu tengah diselidiki polisi karena tidak melaporkan rencana Sonboly. Imbasnya, remaja tersebut dapat dituduh terlibat persekongkolan.
“Ada kecurigaan bahwa seorang berusia 16 tahun diam-diam menjadi kaki tangan serangan itu,” sebut keterangan Kepolisian Muenchen.
Menurut kepolisian, remaja itu melapor ke polisi sesaat setelah penembakan terjadi. Namun, saat ditanyai oleh polisi, keterangan sang remaja terdengar janggal.

Korban penembakan berjumlah sembilan orang, tujuh di antara mereka merupakan remaja.

Kepolisian kini menyelidiki apakah dia turut membantu tersangka pelaku mengajak orang-orang berkumpul di pusat perbelanjaan dekat stasiun kereta Muenchen, tempat penembakan berlangsung.
Ajakan itu diunggah melalui akun palsu di Facebook.
Korban penembakan berjumlah sembilan orang, tujuh di antara mereka merupakan remaja. Ketujuh remaja tersebut terdiri dari dua asal Turki, dua asal Jerman, seorang Hungaria, seorang Yunani, dan seorang Kosovo.
Selain korban tewas, sebanyak 35 orang cedera. Dari jumlah itu, hanya empat orang yang mengalami luka tembak. Sebagian besar menderita luka-luka ketika mencoba kabur dari lokasi penembakan.
Penggemar video game menembak
Kepolisian Jerman menyebut Sonboly adalah seorang penggemar video game menembak.
Dia membeli pistol jenis Glock di pasar gelap di dunia maya yang hanya bisa diakses menggunakan peranti lunak khusus.

Selain korban tewas, sebanyak 35 orang cedera. Dari jumlah itu, hanya empat orang yang mengalami luka tembak.

Robert Heimberger, kepala bagian kriminal Kepolisian Muenchen, mengatakan tersangka telah merencanakan aksi penembakan sejak mengunjungi Kota Winnenden, tahun lalu. Di kota itu pernah terjadi aksi penembakan di sebuah sekolah pada 2009.
Kantor kejaksaan Muenchen mengatakan Sonboly pernah menghabiskan dua bulan sebagai pasien menginap di sebuah klinik perawatan kesehatan mental pada 2015. Selanjutnya, dia terdaftar sebagai pasien berobat jalan.
“Tersangka punya ketakutan dalam menjalin kontak dengan sesama,” kata jaksa Muenchen, Thomas Steinkraus-Koch.
Meski demikian, lanjutnya, tiada bukti bahwa tersangka memiliki motivasi politik dalam menjalankan aksinya.
Penembakan di Muenchen merupakan salah satu dari empat insiden penyerangan di Jerman selama sepekan terakhir.
(dtc)

KOMENTAR
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close