TEI 2018 Bukukan Kontrak Dagang Senilai Rp126,7 Triliun

TEI 2018 Bukukan Kontrak Dagang Senilai Rp126,7 Triliun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pelaksanaan Trade Expo Indonesia 2018 dimanfaatkan untuk menarik minat importir dalam kegiatan perdagangan antarnegara oleh Indonesia.

Selama lima hari acara digelar, TEI 2018 membukukan puluhan kontrak dagang antara eksportir Indonesia dengan importir berbagai negara senilai USD8,45 miliar atau setara Rp126,77 triliun.

Kesepakatan dilakukan dalam misi pembelian, yakni kunjungan para buyer atau importir ke Indonesia dalam rangka melakukan kegiatan bisnis. Program misi pembelian difasilitasi oleh perwakilan Indonesia yang berada di luar negeri dan bersinergi dengan pemerintah pusat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, capaian kontrak dagang untuk ekspor tahun ini tumbuh berkali-kali lipat dari target mereka

“Nilai ini meningkat lima kali lipat dari target yang kita tetapkan sebelumnya. Transaksi setelah penghitungan masih terus berjalan dan dipastikan hasilnya akan bertambah,” kata Enggar dalam keterangan tertulis, Minggu (28/10).

Enggar mengatakan, total nilai transaksi TEI 2018 terdiri dari transaksi investasi sebesar USD5,55 miliar, transaksi pariwisata sebesar USD170,5 juta dan transaksi produk dengan total USD2,73 miliar.

Pada hari pertama, Rabu (24/10), ada 44 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara importir mancanegara dengan pelaku usaha atau eksportir Indonesia dengan total nilai USD4,96 miliar.

Penandatanganan MoU hari pertama dilakukan para eksportir Indonesia dengan 33 importir dari 17 negara yaitu Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, Belgia, Prancis dan Austria, China, Belanda, Spanyol, Meksiko, Thailand, Chile, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, dan Brasil.

Adapun produk-produk yang diminati antara lain furnitur, makanan dan minuman, makanan laut, investasi di situs teknologi dan industri, alas kaki, bahan kimia, dan rempah-rempah.

Pada hari kedua, Kamis (25/10/2018), misi pembelian memcetak transaksi senilai USD131,7 juta yang ditandai dengan penandatanganan 18 MoU. Penandatanganan MoU dilakukan dengan importir dari delapan negara, yaitu Amerika Serikat, Belgia, Hongkong, Inggris, Italia, Jerman, Mesir, dan Spanyol.

Produk yang diminati antara lain kopi (green bean), keramik, plastik, rempah-rempah, gula kelapa, buah segar, buah segar, ban, minyak esensial, sabun, noodle soap, gliserin, kacang mete, etanol, furnitur dan kerajinan tangan, plastic lembaran akrilik, makanan olahan, popok, dan benang.

Pada hari ketiga, Jumat (26/10/2018), terdapat sembilan MoU yang diteken dengan total nilai kontrak USD60,03 juta.

Penandatanganan MoU dilakukan dengan importir dari tujuh negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Nigeria, Zimbabwe, Taiwan, dan Yordania.

Sementara itu, produk yang diminati antara lain mi instan, margarin, kabel fiber optik, sayuran, batu bara, dan domba Garut.

Sementara itu, penandatanganan kontrak dagang di antaranya dengan importir Arab Saudi sebesar USD20 juta, Irak sejumlah USD3 juta, Zimbabwe senilai USD2 juta, Yordania sebesar USD1 juta, Uni Emirat Arab senilai USD319 ribu, dan Nigeria senilai USD12 ribu.

Sementara pada hari keempat, Sabtu (27/1), misi pembelian memperoleh nilai transaksi sebesar USD1,39 miliar.

Kali ini, ada lima MoU yang ditandatangani. Penandatanganan kontrak dagang dengan importir Italia sebesar USD41 juta untuk produk kertas dan Arab Saudi sejumlah USD1,34 miliar untuk sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi

(TTI) umrah dan haji. Kemudian penandatanganan dengan importir Yordania senilai USD6 juta dan Palestina sebesar USD1 juta masing-masing untuk produk makanan dan minuman.

Pada hari terakhir, yakni Minggu (28/10), total misi pembeliannya sebesar USD13,62 juta. Nilai tersebut terdiri dari kontrak dengan importir Jepang untuk produk minyak kelapa sawit sebesar USD13,57 juta serta Yaman untuk produk bahan bangunan sebesar USD50 ribu.

“Kita patut berbangga dengan capaian transaksi tahun ini karena jauh melampaui target awal sebesar USD1,5 miliar,” kata Enggar.

Dari segi jumlah peserta pameran, tahun ini ada sebanyak 1.160 perusahaan yang berpartisipasi. Jumlah ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebanyak 1.100 peserta atau naik 5 persen dibanding peserta tahun lalu sebanyak 1.108 peserta.

Sedangkan jumlah pengunjung TEI tahun ini hingga hari terakhir sebanyak 28.155 orang dari 132 negara. Jumlah ini meningkat sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 27.711 orang dari 117 negara.