Energi & Tambang

Tarif “BBM” Mobil Listrik Diusulkan Rp 2.000 per kWh

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tarif “BBM” atau pengisian energi mobil atau kendaraan listrik diusulkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) sekitar Rp 2.000 per kilo Watt hours (kWh). Usulan tarif isi ulang di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ini dinilai terjangkau masyarakat dan menarik investasi.

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M Iksan Asaad mengatakan pihaknya telah membahas besaran tarif pengisian daya kendaraan listrik ke Kementerian ESDM. Saat ini formula tarif masih dalam rumusan instansi tersebut.

“Kami diajak rapat dan sudah kasih masukan,” kata Ikhsan, di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Ikhsan mengungkapkan, besara tarif pengisian kendaraan listrik melalui SPKLU yang ‎diusulkan PLN ke pemerintah sekitar Rp 2.000 per kWh.

Besaran tersebut lebih murah dari tarif pengisian kendaraan listrik di Singapura yang setara Rp 5 ribu per kWh.

“SPKLU di sana (Singapura) sekitar Rp 5 ribu, saya kira nggak mungkin Rp 5 ribu kalau tarif di atas Rp 2.600 harus ada persetujuan DPR, kalau saya mungkin Rp 2 ribuan,” tuturnya.

Penetapan besaran tarif pengisian daya kendaraan listrik harus mempertimbangkan dua hal. Pertama, lebih murah dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM), agar kendaraan listrik mampu berkompetisi dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Selain itu, besaran tarif juga harus mempertimbangkan tingkat pengembalian investasi. Dengan begitu pihak swasta tertarik berinvestasi dalam membangun fasilitas pengisian energi kendaraan listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Ini penting untuk menarik investasi, nggak mungkin PLN semua yang bangun,” tandasnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close