Otomotif

Targetkan 50% Kendaraan Listrik di 2030, Pemerintah Beri Insentif

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah menargetkan ada 50 persen kendaraan listrik dari seluruh kendaraan yang beredar pada 2030 mendatang. Untuk itu pemerintah telah menyiapkan beberapa insentif untuk pabrikan-pabrikan mobil listrik seperti adanya keringanan pajak.

Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan pemerintah terus berupaya menarik berbagai produsen kendaraan listrik dan banterai untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.

“Kami berharap Anda bersedia mempertimbangkan untuk membuka fasilitas pembuatan mobil listrik di Indonesia. Kami juga menginginkan adanya keragaman produsen, sehingga tidak ada monopoli satu merk saja,” kata Menko Luhut di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Menurut dia, saat ini pemerintah menyadari semakin banyak orang yang beralih ke gaya hidup hijau, ramah lingkungan. Bahkan terang dia, semakin banyak orang mengeluhkan tingginya polusi udara.

Menko Luhut mengatakan, pemerintah telah merencanakan membangun lebih banyak lagi stasiun pengisian daya listrik.

“Ongkos produksi yang murah juga bisa didapat di Indonesia karena saat ini ada hydropower yang harganya sangat rendah,”jelas dia.

“Salah satu upaya kami adalah mengadakan transportasi ramah lingkungan yang efisien dan hemat biaya. Indonesia telah menetapkan target 50% kendaraan elektrik pada tahun 2030,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Market Development Jochen Scharrer mengatakan, BMW telah memproduksi mobil elektrik sejak tahun 2014 dan pada tahun 2020-2025 diharapkan jumlah produksi mobil listrik dan mobil hybridnya akan berimbang.

“Kami berencana meluncurkan 12 mobil listrik baru hingga tahun 2025. Problem kami, baik di Indonesia atau negara-negara lain untuk mengajak konsumen membeli mobil listrik yaitu kurangnya tempat pengisian daya. Pengguna mobil ini lebih suka mengisi daya di rumah atau mungkin di kantor,” kata dia.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close