Nasional

Tanpa Bukti Kuat, DPR Minta BP POM Tak Cepat Gelar Konferensi Pers

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf meminta BP POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk tidak sedikit-dikit menggelar konperensi pers. Apalagi temuannya hanya berdasarkan dugaan-dugaan terkait bahaya makanan, obat, kosmetik dan produk lainnya.

“BP POM jangan sedikit-sedikit gelar konpers terhadap temuan atau bahaya makanan, obat, kosmetika yang baru diduga mengandung ini dan itu. Kalau temuannya sudah 100 % ada bukti kuat, baru dirilis ke masyarakat,” tegas politisi Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Mengapa? Memasuki perang dagang ini kata Dede, dengan hanya diduga berbahaya atau mengandung ini dan itu, maka akan ada produk kompetitor yang akan naik. “Sedangkan produk yang diduga tersebut langsung turun drastis bahkan hilang di pasaran,” ujarnya.

Sebab saat ini kata Dede, propoganda apapun dengan menghalalkan segala cara akan dilakukan hanya untuk kepentingan dagang, dan itu berlaku global. “Jadi, kalau BP POM belum ada bukti kebenrannya 100 % gak usah konpers,” jelasnya.

Dengan demikian, RUU Pengawasan BP POM ini jangan sampai mengganggu pasar tradsional, produk lokal, dan sebagainya dengan melempar isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Jadi, RUU Pengawasan BP POM ini untuk mengawasi, membina dan bukan untuk menakut-nakuti,” ungkapnya.

Tugas BP POM itu tugasnya untuk memastikan kesehatan sebuah produk makanan, minuman, kosmetika dan lain-lain.

Sementara itu dokter Riant Nugroho dari UI mengatakan jika perang dagang sekarang ini tidak dengan berhadap-hadapan dengan membawa senjata. Tapi, perang secara asimetris, yaitu dengan senjata kimia melalui produk makanan, obat, kosmetika, dan sebagainya.

Karena itu ada perang ‘minyak’ , dan yang terpenting bagaimana RUU ini membuat produk rakyat aman, semua pelaku usaha juga aman, serta memberdayakan usaha produk lokal. “Tugas RUU ini harus memberdayakan produk lokal,” ungkapnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close